in

Satu Agunan Nasabah di BRI Kendal Digunakan untuk Ajukan 4 Kali Kredit

SEMARANG (jatengtoday.com) – Satu agunan atau jaminan kredit di BRI Unit Kaliwungu Cabang Kendal ternyata bisa digunakan untuk mengajukan kredit sebanyak 4 kali. Namun tindakan tersebut ilegal.

Modus itulah yang dilakukan mantan pegawai Marketing dan Analisis Mikro (Mantri) BRI Unit Kaliwungu Yana Yanuar. Saat masih bekerja di bank tersebut ia membobolnya dengan cara mengajukan kredit fiktif.

“Satu agunan ada yang saya gunakan sampai empat kali. Tapi tidak semua begitu, ada (agunan) yang hanya dibuat sekali,” ungkap Yana saat menjalani sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Semarang.

Sebelum akhirnya terkuak, ia berhasil mengajukan sekitar 43 kredit fiktif, masing-masing kredit nilainya mencapai Rp 50 juta.

Dalam menjalankan aksinya Yana tidak sendiri. Melainkan dibantu broker nasabah yang bertugas mencari orang-orang yang bersedia dipinjam namanya untuk pengajuan kredit fiktif. Broker tersebut adalah Supriyono alias Jefry yang juga sudah jadi terdakwa.

Jefry juga bertugas melengkapi dokumen persyaratan kredit seperti fotokopi KTP dan KK, serta mem-briefing calon nasabah fiktif supaya tidak ketahuan pihak BRI.

Sementara terdakwa Yana tugasnya mempermudah proses dan menjamin kelancaran pengajuan kredit fiktif. Ia juga yang mempersiapkan agunan kredit. “Agunannya ya ada yang BPKB mobil,” kata Yana.

Tahu Kelemahan BRI

Sebagai Mantri BRI Unit Kaliwungu, Yana kerap meminjam berkas agunan yang sudah diajukan sebelumnya untuk kepentingan penarikan angsuran kredit. Dia mengetahui bahwa itu merupakan celah.

“Biasanya saya izin ke customer service BRI. Alasannya kan mau lihat denah dan jaminannya apa, itu saja. Soalnya saya minjam kalau memang mau nagih kredit,” ungkapnya.

Dalam proses peminjaman berkas itulah Yana memanfaatkan untuk melakukan pinjaman ulang.

Baca juga: Korupsi BRI Kendal Rp 1,9 Miliar, dari Kredit Topengan hingga Penggelapan Angsuran

Di suatu waktu, ia pernah dicurigai oleh Pimpinan Cabang BRI karena persyaratan kreditnya janggal. “Saya pernah ditegur sekali sama Pimpinan Cabang. Akhirnya ya waktu itu tidak bisa dicairkan,” imbuhnya.

Namun, pasca kejadian itu ia lebih berhati-hati. Yana juga merasa diuntungkan karena pengajuan kredit di bawah Rp 50 juta tidak harus melalui persetujuan Pimpinan Cabang BRI, tetapi hanya dilihat saja. (*)

Baca juga: Tukang Pijat dan Tukang Las Dibriefing sebelum Ajukan Kredit Fiktif BRI Kendal

 

editor: ricky fitriyanto