in

Saat Banyak Sekolah Menolak Siswa, SD di Semarang Ini Hanya Dapat 10 Pendaftar

SEMARANG (jatengtoday.com) – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 untuk jenjang TK dan SD di Kota Semarang telah dilaksanakan pada 23 – 25 Mei 2019 lalu. Namun penerimaan siswa ternyata belum merata. Ada banyak sekolah yang menolak siswa, namun ada pula sekolah yang minim pendaftar.

Salah satunya di SD Negeri Plalangan 03 Gunungpati Semarang. Entah kenapa di sekolah tersebut minim pendaftar. Tercatat hanya ada 1 pendaftar di pilihan satu. Sedangkan di pilihan dua terdapat 9 pendaftar. Sehingga totalnya hanya 10 pendaftar.

Kepala SDN Plalangan 3 Gunungpati, Siti Mukhasanah menengarai minimnya pendaftar di sekolahnya karena dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya letak geografis yang cenderung kurang strategis. Lokasi sekolah tersebut masuk ke dalam permukiman kurang lebih 50 meter. “Tidak langsung terlihat dari jalan raya,” katanya, Selasa (28/5/2019).

Faktor lain, lanjutnya, jumlah usia anak masuk SD, yakni anak usia 5,5 tahun hingga 6 tahun di sekitar wilayah tersebut tahun ini cenderung sedikit. “Apalagi persyaratan tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Persyaratan pendaftaran berdasarkan usia anak, yakni minimal 6 tahun. Jika usia anak masih 5,5 tahun, maka diwajibkan untuk membawa surat rekomendasi dari psikolog. Tidak ada tes baca tulis dan berhitung,” katanya.

Sedangkan syarat-syarat lain sebagaimana syarat administratif biasa seperti pas foto 3×4 (3 lembar), fotokopi KK asli, dan Akta Kelahiran. Pihaknya mengaku sebelumnya telah dilakukan sosialisasi mengenai penerimaan siswa baru jauh-jauh hari. “Kami juga membagikan brosur ke masyarakat. Termasuk ke sejumlah TK dan kelurahan. Tidak hanya itu, kami juga melakukan sosialisasi melalui media sosial, facebook, instagram, grup WA dan lain-lain,” katanya.

Namun demikian, pihaknya mengakui upaya sosialisasi tersebut belum berhasil menarik pendaftar secara optimal. Memang, dalam satu zonasi, di wilayah tersebut ada 3 sekolah dasar negeri dan satu sekolah swasta. Untuk kapasitas ruangan, lanjut dia, kelas 1 SDN Plalangan 3 Gunungpati memuat 28 siswa. Di sekolah tersebut juga memiliki kegiatan ekstrakurikuler siswa berupa rebana, Baca Tulis Al-Quran (BTQ), Bahasa inggris dan bola voli.

“Kami saat ini masih berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk mencari solusi. Ada anjuran bagi siswa yang tidak diterima di sekolah lain untuk diarahkan masuk ke SDN Plalangan 3 Gunungpati,” katanya.

Sementara itu, pengamat pendidikan, Bagas Wirawan mengatakan, berdasarkan hasil jurnal pendaftaran secara online terpantau ada beberapa SDN yang kekurangan siswa. Salah satu contoh seperti SDN Plalangan 03 Gunungpati perlu dilakukan evaluasi. “Kalau melihat statistik PPDB tahun lalu, sekolah tersebut hanya ada tiga siswa baru. Saya menyarankan agar tahun depan sekolah tersebut dimerger dengan sekolah lain di sekitarnya,” katanya. (*)

editor : ricky fitriyanto

Abdul Mughis