in

Fakta 3 Siswi Tewas Tenggelam, 2 Guru Dampingi 148 Siswa

SEMARANG (jatengtoday.com) – Dinas Pendidikan Kota Semarang memanggil semua kepala sekolah di Semarang, Minggu (17/2/2019). Evaluasi total diadakan menyusul tewasnya 3 siswi SMPN 25 Semarang di kolam renang Paradise Club Indraprasta, Sabtu (16/8/2019) lalu.

Hasil evaluasi sangat mengejutkan. Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri menjelaskan dalam ujian praktik berujung maut tersebut terdapat empat kelas, dengan jumlah 148 siswa-siswi. Ironisnya, hanya ada 2 guru pendamping dalam ujian praktik renang tersebut, yakni Suyono dan Eri Prima. “Terkait kronologi kejadian sudah ditangani pihak berwajib,” katanya.

Evaluasi tersebut, kata dia, untuk mengurai permasalahan agar di kemudian hari tidak terulang. Termasuk mencari format yang lebih tepat tentang bagaimana penyelenggaraan ujian praktik dilaksanakan di masing-masing sekolah.

Gunawan juga membenarkan bahwa kegiatan ujian praktik renang di kolam renang Paradise Club Semarang tersebut merupakan acara resmi yang diselenggarakan oleh SMPN 25 Semarang.

“Memang acara resmi dari pihak sekolah. Ada penilaian. Cuman, enggak tahu gimana, tahu-tahu ketiga siswa tersebut sudah di dalam kolam,” katanya.

Lebih lanjut, penyelenggaraan ujian praktik renang tersebut menjadi kegiatan intra sekolah. Kebijakan penyelenggaraan ujian praktik dilakukan oleh kepala sekolah.
“Kegiatan intra seperti itu apabila dimungkinkan memiliki sarana prasarana, memiliki guru bidangnya, dan seterusnya bisa diselenggarakan di sekolah. Tapi apabila tidak ada sarana dan prasarana, merupakan kesepakatan antara kepala sekolah, guru dan murid,” terangnya.

Pihaknya juga menyampaikan belasungkawa mendalam untuk keluarga korban. “Kami sudah melakukan pendekatan kepada orang tua masing-masing siswa. Jenazahnya kan sudah dikubur kemarin. Kemudian pihak keluarga juga tidak berkenan diotopsi. Prinsipnya keluarga sudah ikhlas, menerima sebagai musibah,” katanya.

Dalam insiden tersebut, 3 siswi tewas, yakni Jihan Rif’at (15), warga Kuningan, Semarang Utara, Mutiara L (15), warga Bandarharjo, Semarang Utara, dan Tasya Alifia (15), warga Jalan Banowati, Bulu Lor, Semarang Utara. (*)

editor : ricky fitriyanto