in

Ini Nama-nama Siswa SD yang Wakili Kota Semarang ke OSN tingkat Jateng

SEMARANG (jatengtoday.com) – Sebanyak 12 siswa SD yang mendapat nilai tertinggi di OSN 2019 tingkat Semarang, mendapatkan penghargaan dari Dinas Pendidikan. Penghargaan diberikan setelah apel pagi di Dinas Pendidikan Kota Semarang, Senin (11/3/2019).

Di kategori IPA putra, Alexandros Hastungkara Parera, siswa kelas 5 SD PL Bernadus 2 Semarang mengantongi nilai tertinggi, yakni 64,8. Diikuti Boris Kevin Ganda dari SD PL Bernadus 2 dengan nilai 61,6 dan Marcellino Yuka Santoso dari SD PL Bernadus 3 dengan nilai 56.

Kategori IPA Putri, Teresa Pualini Cininta dari SD Marsudirini menyabet peringkat 1 dengan nilai 57,6. Dibawahnya, ada Prabandari Andindya Dewanto dari SDN Kalibanteng Kidul 1 dengan nilai 55,2, dan Ardhelia Nabila SD Islam Al Azhar 14 dengan nilai 52,8.

Sementara kategori Matematika Putra, Matthew Hutama Pramana dari SD Marsudirini mengantongi nilai 81. Diikuti Kent Brandon Edmundo dari SD Tunas Harum Bangsa dengan nilai 47, dan Alby Deven dari SD Kristen Tri Tunggal dengan nilai 45.

Di kategori Matematika Putri, peringkat pertama dihuni Novelita Nasya Para Mesti dari SD Pedurungan Tengah 2 dengan nilai 42. Diikuti Revalinka Illeana Nadira Tofani dari SD Mondial dengan nilai 41, dan Valerie Kannitha dari SD Kristen 2 YSKI dengan nilai 35.

Tidak semua yang mendapat penghargaan akan dikirim ke tingkat provinsi. “Yang diambil untuk dikirim ke tingkat provinsi, hanya enam. Masing-masing mapel ada tiga anak. Dipilih berdasarkan peringkat nilai. Jadi sudah tidak ada kategori putra atau putri lagi,” ucap Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SD, Dinas Pendidikan Kota Semarang, Sapto Budi Utomo.

Sebagai persiapan mengikuti OSN 2019 tingkat provinsi, lanjutnya, siswa akan mendapat treatment khusus selama dua hari dari pihak sekolah. “Kami hanya mengontrol saja. Persiapan dari pihak sekolah masing-masing,” imbuhnya.

Dia optimistis, prestasi Kota Semarang di OSN tingkat provinsi kali ini kembali moncer. Pasalnya, dalam dua tahun terakhir, Semarang selalu melenggang hingga tingkat internasional. Terutama mapel matematika.

“Bahkan jadi juara di IMSO (International Mathematical Sience Olympiad). Semoga tahun ini bisa lebih baik lagi,” harapnya.

Sementara itu, orang tua Andros, Ignatia Sulistya Hartanti mengaku bangga, anaknya bisa menjadi yang terbaik di Kota Semarang. Meski begitu, istri pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum di Semarang, Theodorus Yosep Parera ini tidak memberikan hadiah khusus untuk Andros.

“Sebagai orang tua pasti bangga. Tapi tidak perlu sampai pesta atau kasih hadiah. Takutnya, nanti motivasi anak malah bukan karena prestasi, tapi hadiah,” terangnya.

Tapi dia akan total memberikan fasilitas yang dibutuhkan Andros. Seperti biaya tambahan untuk les, Malida Mathematics Olympiad (MMO) selama sepekan di Jepara, dan lain sebagainya.

“Kami hanya dorong saja karena ikut OSN ini murni dari keinginan anak. Ikut seleksi pas jelas 4 dulu saja dia tidak izin ke kami. Kami memang tidak pernah menyuruh, apalagi memaksa ikut OSN. Mohon doa biar nanti di seleksi tingkat provinsi lolos dan bisa mewakili Jateng di tingkat nasional,” harapnya. (*)

editor : ricky fitriyanto

Ajie MH.