in

Rudenim Semarang Usir Warga India, Kini Masih Tampung 10 WNA

Setelah diusir, warga India itu masuk dalam daftar usul penangkalan atau dilarang kembali ke Indonesia.

Warga negara India, Biren Ndanpati Shah (tengah) sesaat sebelum dideportasi oleh Rudenim Semarang. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Semarang mendeportasi seorang warga negara India bernama Biren Ndanpati Shah. Dia diusir ke negaranya pada Kamis (6/1).

“Kami telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar India di Jakarta dan Srilanka Airlines untuk proses pemulangan ini,” ujar Kepala Rudenim Semarang, Retno Mumpuni, Jumat (7/1/2022).

Biren diterbangkan dari Bandara Internasional Soekamo Hatta menuju Colombo-Mumbai, India. “Yang bersangkutan selanjutnya dimasukkan ke dalam daftar usul penangkalan atau dilarang kembali ke Indonesia,” ujar Retno.

Dia mengatakan, warga asing itu dulunya merupakan pindahan dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang. Kemudian masuk di Rudenim Semarang pada 5 November 2021.

Biren diketahui melakukan pelanggaran keimigrasian Pasal 78 ayat (3) Undang-Undang No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Pasal tersebut terkait orang asing yang telah habis masa berlaku izin tinggalnya dan masih berada di wilayah Indonesia atau disebut overstay.

Saat ini, Rudenim Semarang masih menampung 10 warga asing. Mereka berasal dari Taiwan dua orang, Nigeria dua orang, Myanmar satu orang, China dua orang, Iran dua orang, dan Pantai Gading satu orang.

Sepanjang 2021 Rudenim telah memulangkan 15 deteni. Masing-masing berasal dari Iran, Malaysia, Nigeria, Vietnam, Peru, Taiwan dan Aljazair. (*)

editor : tri wuryono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *