in

Resah Melihat Minat Generasi Z Terhadap Karate Menurun, Andreas BW Dorong Penguatan Pembinaan Kyokushinkai

Anggota Dewan Pimpinan Pusat Pembinaan Mental Kyokushinkai Karate-do Indonesia, Andreas BW.

SEMARANG (jatengtoday.com) – Anggota Dewan Pimpinan Pusat Pembinaan Mental Kyokushinkai Karate-do Indonesia, Andreas BW, mengaku prihatin terhadap menurunnya minat generasi muda, khususnya generasi Z, terhadap olahraga karate.

Menurut Andreas, kondisi tersebut terlihat dari jumlah anggota perguruan yang terus mengalami penurunan dibanding era 1980-an. Pada masa itu, jumlah anggota pembinaan karate bisa mencapai 10 hingga 15 ribu orang. Namun saat ini, jumlahnya disebut hanya berkisar sekitar 1.000 anggota.

“Anak-anak muda sekarang sudah mulai kurang tertarik berlatih karate. Padahal karate bukan sekadar bela diri, tetapi juga membentuk disiplin, mental, dan karakter,” ujarnya ketika ditemui di Semarang, Kamis (21/5/2026).

Ia menilai perubahan gaya hidup dan perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor yang membuat generasi muda lebih banyak menghabiskan waktu di dunia digital dibanding mengikuti kegiatan pembinaan olahraga bela diri.

Padahal, lanjut Andreas, karate memiliki nilai penting dalam membentuk pribadi yang tangguh, disiplin, serta memiliki ketahanan mental dan fisik yang kuat.

“Karate mengajarkan pengendalian diri, kedisiplinan, rasa hormat, dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai ini sangat penting untuk generasi muda saat ini,” katanya.

Karena itu, pihaknya berupaya melakukan berbagai inovasi dan kolaborasi dalam penguatan pembinaan Kyokushinkai Karate-do Indonesia agar lebih dekat dengan generasi Z dan mampu menarik kembali minat anak muda terhadap olahraga karate.

Menurut Andreas, pendekatan pembinaan ke depan harus lebih adaptif dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai utama karate sebagai pembentuk karakter.

Upaya penguatan pembinaan tersebut juga akan menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kyokushinkai Karate-do Indonesia yang akan digelar pada 23–24 Mei 2026 di Kota Batu.

Rakernas tersebut nantinya akan membahas strategi pengembangan organisasi, peningkatan kualitas pembinaan atlet, hingga langkah memperluas minat generasi muda terhadap karate di Indonesia.

Andreas berharap melalui penguatan pembinaan dan pendekatan yang lebih relevan dengan anak muda, karate dapat kembali diminati dan menjadi sarana positif dalam membentuk generasi Indonesia yang sehat, disiplin, dan bermental kuat. (*)