in

LPS Pastikan Stabilitas Perbankan Nasional Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

SEMARANG (jatengtoday.com) – Wakil Ketua Bidang Kerjasama Dalam Negeri PP Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) yang juga Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Doddy Zulverdi memastikan stabilitas sektor keuangan dan perbankan Indonesia masih tetap terjaga meski di tengah ketidakpastian global dan eskalasi konflik internasional.

Menurutnya, kondisi eksternal memang turut memengaruhi perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Namun demikian, pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I tahun 2026 masih mampu mencapai 5,61 persen.

“Pertumbuhan ini melebihi ekspektasi dan ditopang oleh membaiknya konsumsi rumah tangga sebesar 5,52 persen secara year on year serta tingginya pertumbuhan belanja pemerintah mencapai 21,81 persen,” ujar Doddy seusai menghadiri Seminar Nasional Perekonomian Jawa Tengah, Kamis (21/5/2026).

Doddy menyebut sektor perbankan nasional hingga kini juga tetap resilien menghadapi tekanan global. Hal itu tercermin dari pertumbuhan penyaluran kredit perbankan yang mendekati 10 persen.

“Per April 2026, kredit perbankan tumbuh 9,98 persen, meningkat dibanding Maret 2026 yang sebesar 9,49 persen,” katanya.

Meski demikian, pihaknya tetap melakukan berbagai langkah mitigasi risiko, terutama dampak eksternal akibat konflik global yang dapat memengaruhi nilai tukar rupiah maupun likuiditas perbankan.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, Lembaga Penjamin Simpanan terus menjalankan sejumlah langkah strategis. Salah satunya dengan melakukan evaluasi berkala terhadap Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS agar nasabah tetap terlindungi dan bank tidak terjebak persaingan suku bunga yang tidak sehat.

Selain itu, LPS bersama Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus memperkuat early warning system guna memastikan persoalan di sektor perbankan tidak berkembang menjadi risiko sistemik.

“LPS juga akan mengoptimalkan pengelolaan dana penjaminan serta menjaga likuiditas agar tekanan terhadap sektor perbankan tidak membesar,” jelasnya.

Tak hanya itu, LPS juga terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait syarat penjaminan simpanan. Salah satunya melalui penyelenggaraan Finance Festival yang rutin digelar sejak 2025 serta berbagai kegiatan sosialisasi lainnya.

Sementara itu, seminar tersebut merupakan rangkaian kegiatan pelantikan pengurus dan Seminar Nasional Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Semarang yang berlangsung di gedung LPPM Universitas Negeri Semarang. (*)