BOYOLALI (jatengtoday.com) – Program Balik Rantau Gratis 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan total 84 armada bus dengan kapasitas 4.181 penumpang. Dari jumlah tersebut, PT BPR BKK Jateng dan Forkom BKK menyiapkan 20 unit bus.
Keberangkatan balik rantau gratis ini dibagi dalam tiga tempat yakni 41 bus diberangkatkan dari Asrama Haji Donohudan, 21 bus dari Terminal Bulupitu Banyumas, 11 bus dari Terminal Mangkang Semarang. Selain itu juga terdapat 11 bus melalui pemberangkatan mandiri di Magelang, Kendal, Kudus, dan Blora. Adapun tujuan keberangkatan meliputi 76 bus menuju Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta, dan 8 bus menuju Bandung.
Sebelumnya juga sudah dilakukan keberangkatan balik rantau gratis melalui moda transportasi kereta api sebanyak 4 gerbong berkapasitas 320 penumpang. Moda kereta api telah lebih dahulu diberangkatkan pada 27 Maret 2026 dari Stasiun Tawang, Semarang, menuju Stasiun Pasar Senen, Jakarta, menggunakan KA Tawang Jaya Premium.
Diketahui, pada musim mudik kali ini rangkaian program mudik-balik rantau gratis Pemprov Jateng tahun ini menjangkau 21.975 orang, terdiri dari 1.288 penumpang kereta api mudik, 16.186 penumpang bus mudik, 320 penumpang kereta api balik rantau, dan 4.181 penumpang bus balik rantau.
Pelepasan Program Balik Rantau Gratis 2026 dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Sabtu, (28/3/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari fasilitasi Pemprov Jateng bagi warga yang kembali ke perantauan usai merayakan Lebaran di kampung halaman masing-masing.
Luthfi menyatakan, program mudik dan balik rantau gratis merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk meringankan beban para perantau, terutama bagi pekerja sektor informal.
“Negara perlu hadir untuk memberikan fasilitas, tidak hanya pada saat mudik, tetapi saat balik pun kita lakukan,” kata Luthfi.
Menurut dia, program tersebut bukan sekadar layanan transportasi, melainkan upaya menjaga tradisi mudik sekaligus membantu para perantau, agar tetap bisa pulang tanpa terbebani ongkos perjalanan. Dengan biaya perjalanan yang ditanggung pemerintah, mereka bisa menggunakan tabungannya untuk kebutuhan keluarga di kampung halaman.
Luthfi menyebut, para penerima manfaat program ini umumnya adalah pekerja informal, mulai dari tukang bakso, pekerja pabrik, tukang ojek, pekerja bangunan, hingga pedagang kecil. Bagi mereka, ongkos perjalanan pulang-pergi menjadi pengeluaran besar yang bisa sangat membebani ekonomi keluarga.
“Dengan negara hadir memberikan sumbangan, meskipun itu kecil, tetapi sangat berharga bagi mereka,” ujar Luthfi.
Luthfi menambahkan, mudik dan balik rantau gratis juga memberi dampak lain, yakni membantu pengaturan lalu lintas agar perjalanan pemudik lebih tertib, terkonsentrasi, dan terawasi.
“Dengan adanya mudik bersama yang terkoordinasi dari sisi lalu lintas, maka pergerakan pemudik menjadi lebih terkonsentrasi dan terawasi, sehingga bisa meminimalkan adanya black spot maupun titik rawan terkait lalu lintas,” katanya.
Ia juga berpesan kepada warga Jawa Tengah yang kembali ke perantauan agar tetap menjaga semangat bekerja dan membawa nama baik daerah asal. “Jawa Tengah itu pekerja keras, sopan, dan toleran,” ujar Luthfi.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Arif Djatmiko mengatakan, program Balik Rantau Gratis diselenggarakan sebagai wujud kehadiran pemerintah bagi warga Jateng yang merantau ke Jabodetabek dan Bandung, terutama yang bekerja di sektor informal, agar memperoleh sarana transportasi yang pasti, mudah, aman, dan nyaman.
“Balik Rantau Gratis ini adalah sebagai wujud kehadiran pemerintah, khususnya bagi warga Jawa Tengah yang merantau ke Jabodetabek dan Bandung, agar mendapatkan sarana transportasi secara pasti, mudah, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Pendaftaran yang dibuka pada 13 hingga 14 Maret 2026 bahkan langsung penuh dalam waktu singkat.
“Pendaftaran Balik Rantau ini dilakukan pada 13 sampai dengan 14 Maret 2026. Pendaftaran hanya 10 menit, langsung penuh,” katanya.
Sebagai BUMD, keterlibatan dalam kegiatan sosial seperti balik rantau ini menunjukkan kepedulian PT BPR BKK Jateng (Perseroda) terhadap masyarakat, sehingga diharapkan dapat memperkuat image perusahaan dan kepercayaan publik.
Direktur Utana PT BPR BKK Jateng Rudi Wahyu menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan kontribusi nyata perusahaan dalam membantu masyarakat (khususnya perantau/pekerja) dan mendukung mobilitas sosial yang aman dan terjangkau. Sejalan dengan program pemulihan ekonomi daerah serta sebagai pengendalian arus mudik/balik.
Partisipasi BPR BKK ini merupakan bentuk Sinergi dengan Pemerintah Daerah sekaligus penguatan peran BUMD dalam pembangunan daerah. (*)
