in

Kantongi Izin Operasional, BPR BKK Jateng Janji Layani Kebutuhan UMKM

Pada 2021 kemarin, BPR BKK menunjukkan pertumbuhan positif. Tapi dialokasikan untuk menutup kerugian yang muncul pada tahun sebelumnya.

Direktur Utama BPR BKK Jateng, Koesnanto (kanan) optimsitis mampu mencapai BEP pada 2023 mendatang. (ajie mahendra/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) – BPR BKK mengklaim telah lahir kembali setelah mengalami keterpurukan pada 2020 silam. Pada 2022 ini, BPR BKK Jateng optimistis mampu memberi kontribusi untuk Pemprov Jateng, sekaligus melayani kebutuhan pelaku UMKM di provinsi ini.

Direktur Utama BPR BKK Jateng, Koesnanto menuturkan, pertumbuhan kinerja keuangan PT BPR BKK Jateng menunjukkan arah yang positif pada 2021 kemarin. Yakni tumbuh 9,6 persen atau Rp 2,546 triliun menjadi Rp 233 miliar.

Dari target laba Rp 56 miliar, BPR BKK Jateng mampu mencapai realisasi Rp 56 miliar. Dengan pertumbuhan positif ini, Koesnanto optimistis PT BKK BPR Jateng akan break event point (BEP) pada 2023.

Semetara pertumbuhan pihak ketiga pada Desember 2021 berada pada posisi Rp 2,199 triliun, tumbuh 8,33 persen (yoy), atau senilai Rp169 miliar dari Desember 2022.

Untuk penyaluran kredit pada Desember 2021 BPR BKK Jateng mencatat pertumbuhan sebesar Rp 134 miliar atau 9,93 persen (yoy) dari Desember 2020.

“Sementara itu NPL PT BKK Jateng terhitung masih tinggi. Posisi NPL Desember 2021 11,68 persen atau turun 1,43 persen dari Desember 2020. Namun demikian masih lebih tinggi 0,88 persen dari posisi Desember 2019,” paparnya dalam acara penyerahan izin operasional di Semarang, Kamis (13/1/2022).

Dia menguraikan, sejak izin usaha diberikan 16 Desember 2021, pada 40 hari ke depan PT BPR BKK Jateng harus siap melaksanakan izin dengan baik. Selanjutnya 10 hari kemudian, tepatnya 23 Februari 2022 pihaknya akan melaporkan kepada OJK terkait pelaksanaan kegiatan usaha.

“Pada 10 Mei 2022, PT BPR BKK Jateng mendaftarkan kepesertaan penjaminan LPS. Kami akan melaksanakan titah yang sudah diberikan oleh OJK menjadi BPR yang percaya di Jateng, dan akan kami wujudkan pada tahun 2023,” ucap Koesnanto.

Penyerahan surat operasional dilakukan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana kepada Sekda Jateng Sumarno. Selanjutnya Sumarno menyerahkan surat izin operasional kepada Dirut BPR BKK Jateng.

Perbaikan Tata Kelola

Sekda Jateng, Sumarno berharap, setelah mendapat izin operasional kembali, BPR BKK juga melakukan perbaikan tata kelola.

“Kami berpesan kepada teman-teman BKK Jateng agar menerapkan tata kelola yang baik, manajemen risiko yang baik, dan juga soal integritas. Ini jadi modal agar BPR BKK Jateng bisa berjalan dengan baik,” pesannya.

Lebih lanjut, Sekda membeberkan, pada 2021 kemarin, BPR BKK sudah menunjukkan pertumbuhan positif. Tapi laba tersebut masih dialokasikan untuk menutup kerugian yang muncul pada tahun sebelumnya.

Dia melihat, BPR BKK lebih dekat dengan UMKM. “Ini menjadi awal kontribusi kebangkitan UMKM sehingga ada perubahan ekonomi bisa terakselerasi,” harapnya.

Kepala OJK Regional 3 Jateng-DIY, Aman Santosa mengucapkan selamat atas beroperasinya BPR BKK Jateng. Menurutnya BPR BKK Jateng salah satu yang terbesar di Jateng. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.