in

PLTS di Bandara Ahmad Yani Mampu Suplai Kebutuhan Listrik 5 Gedung

Pembangunan PLTS merupakan langkah konkret dalam menerapkan konsep Eco Airport.

Panel surya PLTSA terpasang di atap kanopi area parkir Gedung Administrasi Bandara Ahmad Yani Semarang. (istimewa)
Panel surya PLTSA terpasang di atap kanopi area parkir Gedung Administrasi Bandara Ahmad Yani Semarang. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang mampu menyuplai kebutuhan listrik di lima gedung area bandara.

General Manager Bandara Ahmad Yani Semarang, Fajar Purwawidada mengatakan, energi listrik PLTS termanfaatkan untuk operasional perkantoran Gedung Administrasi dan Gedung Main Power House (MPH).

Energi ramah lingkungan dari panel surya yang terpasang juga bisa menyuplai kebutuhan listrik di Airport Rescue & Fire Fighting (ARFF), Gedung Terpadu, dan Gedung Airport Convention Center.

“Kami memiliki komitmen mewujudkan operasional bandara yang ramah lingkungan serta dapat memberikan kontribusi positif terhadap pelestarian lingkungan,” ujar Fajar, Senin (4/11/2023).

Dia menjelaskan, proyek PLTS di Bandara Ahmad Yani telah rampung pada 13 November 2023. Pihak bandara memasang 186 unit solar PV modul berkapasitas 100 Kilowatt-Peak (KWP).

Panel surya tersebut terpasang di atap kanopi area parkir Gedung Administrasi dan atap Gedung Main Power House.

 

Panel surya PLTSA terpasang di atap Gedung Main Power House Bandara Ahmad Yani Semarang. (istimewa)
Panel surya PLTSA terpasang di atap Gedung Main Power House Bandara Ahmad Yani Semarang. (istimewa)


Perkuat Konsep Eco Airport


Menurut Fajar, pembangunan PLTS merupakan langkah konkret dalam menerapkan konsep Eco Airport. Pihak bandara berkomitmen memanfaatan energi baru terbarukan, mengurangi emisi karbon, dan penggunaan energi bersih secara berkelanjutan.

Perangkat utilitas pada operasional Bandara Ahmad Yani juga semakin mendukung konsep ramah lingkungan. Seperti lampu LED, penggunaan fitur sleep mode pada perangkat lift, elevator, dan travelator.

Kaca bangunan pada bandara ini juga mampu mengoptimalkan efisiensi penggunaan pendingin ruangan di dalam area terminal penumpang.

Sisi lain, penerapan Eco Airport di Bandara Ahmad Yani Semarang tidak hanya terwujud dalam proyek PLTS dan perangkat utilitas operasionalnya.

Belum lama ini, pihak bandara melakukan penanaman 1.000 pohon bersama komunitas dan stakeholder bandara dalam rangka memperingati Hari Pohon Sedunia dan Hari Menanam Pohon Indonesia 2023.

Fajar membeberkan, Bandara Ahmad Yani Semarang berhasil meraih sertifikat Greenship Building Kategori “Gold” dari Green Building Council Indonesia (GBCI).

Bandara Ahmad Yani Semarang yang berada di bawah naungan Angkasa Pura I ini menjadi bandara kedua di Indonesia yang berhasil meraih sertifikasi penerapan prinsip lingkungan tersebut. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar