in

Pesan Mbak Tutut Saat Turun ke Purworejo : Jangan Jelek-jelekkan Pemimpin

PURWOREJO (jatengtoday.com) – Siti Hardiyanti Rukmana atau yang akrab disapa Mbak Tutut, turun ke Purworejo, Minggu (17/2/2019). Saat berkunjung ke Pasar Baledono, putri mantan Presiden Soeharto ini langsung disambut pedagang dan pengunjung. Tangannya dijadikan rebutan untuk berjabat tangan dan cium tangan.

Sekitar 5-10 menit Mbak Tutut dan rombongan menyalami warga dan melayani permintaan untuk selfie. Sesi itu selesai saat sejumlah orang meminta Mbak Tutut segera naik ke dokar.

Mbak Tutut tidak sendirian. Dia ditemani Caleg dari Partai Berkarya di DPR RI, Milasari Kusumo Anggraeni. Adik Mbak Tutut, Siti Hutami Endang Adiningsih dan rombongan juga naik andong yang ada di urutan belakang. Tak lama kemudian, gamelan ditabuh dan sepuluh penari jaranan berlenggak lenggok.

Kereta kuda dikirab dengan berjalan pelan. Masyarakat sekitar tetap nekat mendekat Mbak Tutut untuk jabat tangan dan berfoto selfie. Sekali lagi, Mbak Tutut melayani. Sebagian warga lain berkumpul di pinggir jalan, sekadar melihat.

Rombongan Mbak Tutut dikirab menuju Gedung Kesenian Sarwo Edhie Wibowo Purworejo yang berjarak sekitar 1,5 Km dari Pasar Baledono. Disana, ratusan petani sudah menunggu Mbak Tutut. Mereka ingin mengikuti silaturahmi ekonomi dan budaya.

Mbak Tutut mengisi silaturahmi melalui dialog dengan para petani. Merasa diberi kesempatan, petani pun curhat dan menyampaikan keluh kesahnya. Seperti keluh kesah petani di daerah lain, permasalahan pupuk dan sistem tanam. Tak hanya itu, petani juga mengeluhkan harga-harga bahan pangan pokok.

Beberapa petani juga menyampaikan jika pemerintahan saat ini kurang memikirkan rakyat. “Eh, jangan menjelek jelekkan seperti itu. Masing-masing era kepemimpinan memiliki kelebihan dan kekurangan. Yang baik diteruskan, kalau yang jelek diperbaiki,” pintanya.

Soal keluhan pupuk, Mbak Tutut datang dengan membawa solusi. Partai Berkarya membuat program pertanian terpadu dengan memanfaatkan pupuk dari kotoran ternak. Program tersebut dirintis untuk petani dan akan dilakukan pendampingan. Tujuannya, memudahkan petani untuk mendapatkan pupuk karena bisa memproduksi sendiri.

Pakar Pertanian lulusan IPB Sri Wahyuni mengatakan dua tutup botol kecil pupuk bisa digunakan untuk satu tangki semprot. Sangat efisien karena dibuat dengan hypernano. Pupuk tersebut memiliki manfaat tinggi bagi kesuburan tanah. (*)

editor : ricky fitriyanto

Ajie MH.