in

Pelayan Publik hingga Pedagang Pasar Divaksin, Ditarget Sehari Seribu Orang

SEMARANG (jatengtoday.com) – Sejumlah kalangan masyarakat di Jateng mendapat vaksin Covid-19 pada program vaksinasi gelombang II hari ini, Senin (22/2/2021). Ditargetkan, dalam sehari ada seribu orang yang divaksin.

Beberapa golongan yang divaksin Sinovac hari ini antara lain, ASN pelayan publik, TNI, Polri, wartawan, atlet, hingga pedagang pasar.

Baca juga: Perpres 14/2021 tentang Vaksin Corona, Atur Pengadaan hingga Kompensasi Pascavaksinasi

“Ini kita coba serentak hari ini dan langsung kita targetkan sehari minimal seribu orang. Kalau dari pendataannya gampang, karena justru ini dari ASN TNI Polri pegawai-pegawai kan data kepegawaiannya lengkap. Tinggal dibuatkan penjadwalannya saja, dan itu tidak rumit lah,” ujar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat meninjau vaksinasi di Gradhika Bhakti Praja, Semarang.

Vaksinasi di Gradhika Bhakti Praja mengundang tenaga kesehatan dari RSUD Tugurejo, RSJ Amino Gondohutomo dan Balabkes Jateng sebagai vaksinator. Disediakan dua ruangan agar tidak terjadi kerumunan saat antre suntik vaksin.

Baca juga: Sebanyak 1.227.918 Tenaga Kesehatan Sudah Divaksin Covid-19

Pada kesempatan itu, dia ingin ada seribu orang yang divaksin dalam sehari. “Harapan kita, dari jadwal kemudian sisi personelnya itu semua bisa dioptimalkan, sehingga kalau umpama ada yang sakit dan tidak bisa datang, yang belakangnya langsung bisa naik, nah tinggal kita ketertiban pendataan ini jadi satu yg penting. Insyaallah mudah-mudahan lancar hari ini,” tuturnya.

Dia yakin vaksinasi gelombang II ini akan berjalan lebih cepat. Sebab, data kepegawaian sudah lengkap sehingga lebih mudah. Selain itu, sistem pendataan vaksinasi yang lebih terbuka dari Kemenkes juga memudahkan.

Baca juga: Vaksinasi Lansia Segera Dimulai, Buruan Daftar di Tautan Ini

Salah satu wartawan media online nasional, Angling Aditya, mengaku senang bisa divaksin. Angling mengaku sudah menunggu lama karena mobilitasnya sebagai wartawan, menjadikan dirinya beresiko tinggi terpapar Covid-19.

“Alhamdulillah akhirnya divaksin karena memang sudah saya tunggu. Saya kerjanya kan muter-muter kesana kemari ketemu banyak orang. Meski takut jarum suntik tapi tetep harus suntik karena ini satu satunya jalan saat ini. Demi anak istri dan orang orang di sekitar,” ujarnya. (*)

 

editor: ricky fitriyanto