in

Pejabat Pemalang Kerap Dimintai Uang, Disetor ke Orang Dekat Bupati

Sebagian uang yang disetor ke Adi Jumal merupakan uang syukuran promosi jabatan.

Penjabat Sekda Pemalang Slamet Masduki (di layar monitor) mengikuti sidang kasus korupsi yang berpusat di Pengadilan Tipikor Semarang. (baihaqi/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang disebut kerap dimintai sejumlah uang, kemudian disetor kepada orang dekat bupati bernama Adi Jumal Widodo.

Keterangan tersebut disampaikan Penata Pengendalian Penduduk Dinas Sosial KBPP Pemalang Katemin saat menjadi saksi sidang korupsi terdakwa Slamet Masduki di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (14/11/2022).

Katemin mengaku beberapa kali diajak Slamet Masduki untuk menemui Adi Jumal. Saat itu Slamet Masduki masih jadi atasannya, belum menjadi Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Pemalang.

Pada awal bulan Juli, katanya, Katemin mengantar Slamet untuk menyerahkan uang Rp150 juta kepada Adi Jumal di kantor PD Aneka Usaha.

“Saya hanya mengantar. Menurut beliau (Slamet) itu uang syukuran promosi jabatan untuk 3 orang,” ujarnya.

Masih di bulan Juli, Katemin kembali diajak menemui Adi Jumal. Ia disuruh membawakan tas yang menurut Slamet berisi uang Rp100 juta.

Dua hari setelahnya, Katemin disuruh Slamet untuk menyerahkan uang Rp50 juta ke Adi Jumal, ketika itu yang menerima Eko Kadar.

Saat ditanya penuntut umum KPK apakah uang itu merupakan uang syukuran promosi jabatan, Katemin tidak mengetahuinya. “Saya tidak tahu,” ucap dia.

Sebelumnya Katemin juga pernah disuruh Slamet untuk mentransfer uang ke rekening atas nama Adi Jumal. “Pertama transfer sekitar Rp16 juta, kedua Rp15 juta. Saya transfer lewat m-banking,” imbuhnya.

Pada bulan Ramadan, Dinas Sosial KBPP Pemalang ditarget menyetor uang tunjangan hari raya Idulfitri, masing-masing bidang senilai Rp12,5 juta. Namun ternyata hanya terkumpul Rp38 juta.

“THR dikumpulkan ke sekretaris dinas, selanjutnya diserahkan langsung oleh Pak Slamet,” ungkap Katemin.

Tak hanya itu, pada momen hari raya Iduladha, pegawai Dinas Sosial KBPP Pemalang iuran untuk kurban. Kata Katemin, uang senilai Rp35 juta diserahkan kepada Adi Jumal.

OTT KPK

Perlu diketahui, pengungkapan kasus jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Pemalang ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 11 Agustus 2022.

Saat itu tim KPK meringkus Bupati Pemalang Mukti Agung dan rombongannya di depan gerbang Gedung DPR. Tak lama berselang, bupati bersama lima orang lainnya resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Saat ini baru empat orang yang disidangkan di Pengadilan Tipikor Semarang. Masing-masing merupakan pihak yang berperan sebagai pemberi suap.

Mereka adalah terdakwa Slamet Masduki selaku Penjabat Sekda Pemalang; Sugianto Kepala BPBD Pemalang Sugiyanto; Yanuarius Nitbani Kepala Dinas Kominfo Pemalang; dan Muhammad Saleh selaku Kepala Dinas PUPR Pemalang.

Keempatnya dijerat Pasal 5 dan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 yang diubah dan ditambahkan dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (*)

editor : tri wuryono

Baihaqi Annizar