in

Pegawai BKK Pringsurat Cabang Tretep yang Himpun Dana Nasabah Dituntut 5 Tahun

SEMARANG (jatengtoday.com) – Jaksa Penuntut Umum Kejari Temanggung menjatuhkan tuntutan terhadap Triyono selaku mantan pegawai BKK Pringsurat Cabang Tretep. Triyono didakwa sebagai penghimpun dana nasabah yang kemudian bermasalah.

Salah satu jaksa, Adi Wiratmoko menilai, terdakwa Triyono terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan subsider.

Pihaknya meminta Majelis Hakim yang menangani perkara ini untuk menjatuhkan hukuman setimpal sesuai apa yang telah diperbuat. Terdakwa Triyono dituntut pidana penjara selama 5 tahun.

Terdakwa juga dituntut untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 1,5 miliar. Apabila dalam waktu 1 bulan setelah vonis berkekuatan hukum tetap, terdakwa tidak mampu membayar maka harta bendanya dilelang atau diganti pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan.

Tuntutan tersebut sudah dibacakan dalam sidang yang berlangsung pada 30 Januari 2020 lalu. Kini, perkara ini sudah memasuki tahap pembelaan (pledoi).

Ketika sidang pledoi, kuasa hukum terdakwa, Dhiyan Utama mengaku keberatan atas tuntutan tersebut.

Baca juga: Kasus BKK Pringsurat, Gubernur dan Bupati Disebut Siap Bertanggung Jawab

Khusus untuk jumlah kerugian negara, pihaknya sudah melakukan penghitungan ulang. Sehingga muncul nominal yang berbeda. “Kalau jaksa berpendapat Rp 1,5 miliar, setelah kami hitung-hitung ternyata hanya Rp 1,2 miliar,” bebernya, Kamis (6/2/2020).

Selisih itu terjadi karena sebelumnya jaksa tidak melakukan penghitungan atas uang yang sudah dikembalikan oleh terdakwa.

“Terdakwa sudah pernah membayar ke nasabah yang merasa dirugikan senilai Rp 210 juta, serta Rp 10 juta diserahkan ke pihak Kejari Temanggung,” tegas Dhiyan.

Sebelumnya, terdakwa dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) dam Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Serta Pasal 8 jo Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca juga: Mantan Bos BKK Pringsurat Divonis 11 Tahun dan Diharuskan Bayar Rp 1,9 Miliar

Perkara ini merupakan penelusuran lanjutan atas dugaan korupsi BKK Pringsurat dengan kerugian negara mencapai sebesar Rp114 miliar. Sebelumnya Kejari Temanggung telah menjebloskan mantan Dirut BKK Pringsurat Suharno dan mantan Direktur BKK Pringsurat Riyanto ke penjara.

Kini giliran terdakwa Triyono yang diadili karena berperan menghimpun dana masyarakat dalam jumlah besar untuk deposito. Dana yang dikorupsi Triyono diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar.

Menurut informasi, dana yang dihimpun dari masyarakat hanya sebagian yang disetor ke perusahaan, padahal di buku catatan nasabah ditulis sesuai jumlah setoran. Uang yang ditahan terdakwa itu diputar kembali atau dipinjamkan pada masyarakat atas nama dirinya dengan bunga tertentu.

Diketahui adanya penyimpangan keuangan, karena kredit yang dipinjamkan atas nama dirinya macet, sementara nasabah BKK ingin mencairkan dananya. (*)

 

editor: ricky fitriyanto