in

Korupsi BKK Pringsurat Cabang Tretep, Triyono Divonis 4,6 Tahun Penjara

SEMARANG (jatengtoday.com) – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang menjatuhkan vonis 4 tahun 6 bulan penjara kepada mantan pegawai BKK Pringsurat Cabang Tretep, Triyono.

“Terdakwa juga dijatuhi pidana denda sebesar Rp 200 juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama 5 bulan,” ucap Ketua Majelis Hakim Andi Risa Jaya, Kamis (20/2/2020).

Tak hanya itu, terdakwa bahkan dibebani pidana tambahan berupa membayar uang pengganti (UP) kerugian negara sebesar Rp 1,28 miliar. Jika dalam waktu satu bulan pasca berkekuatan hukum tetap tidak dibayar, maka harta bendanya disita atau diganti penjara selama 2 tahun.

Hakim Andi menegaskan, meskipun terdakwa Triyono dinyatakan bebas dari dakwaan kesatu primer, tetapi ia terbukti bersalah sebagaimana dakwaan kesatu subsider.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menilai perbuatan terdakwa bertentangan dengan komitmen pemerintah memberantas tindak pidana korupsi. Perbuatannya juga telah menciderai kepercayaan publik terhadap pegawai BKK.

Apalagi, kata hakim, hasil perbuatannya digunakan untuk foya-foya dan kepentingan pribadi. Sehingga hal tersebut dinilai sebagai pertimbangan yang memberatkan hukuman terdakwa.

Adapun hal yang meringankan, terdakwa mengakui kesalahannya dan senantiasa bersikap sopan dalam persidangan.

Menggelapkan Dana Nasabah BKK

Triyono selaku mantan Kasi Dana BKK Pringsurat Cabang Tretep pernah menyalahgunakan kedudukannya untuk melakukan berbagai penyimpangan.

Sebagai pegawai yang bertugas menghimpun dana nasabah BKK, seharusnya ia menyetorkan setiap uang yang terkumpul. Namun, dalam praktiknya terdakwa kerap menggelapkan uang dalam jumlah yang cukup besar tersebut.

“Uang nasabah ditahan terdakwa, kemudian diputar kembali atau dipinjamkan pada masyarakat atas nama dirinya dengan bunga tertentu,” jelas Hakim Andi.

Terdakwa Triyono juga pernah menarik dana milik nasabah tanpa sepengetahuan dan persetujuan nasabah. Sehingga, menimbulkan kerugian bagi orang lain.

Vonis Lebih Ringan Daripada Tuntutan Jaksa

Sebelumnya, Jaksa Kejari Temanggung menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun. Uang pengganti kerugian negara juga lebih besar, yakni Rp 1,5 miliar subsider 2 tahun 6 bulan.

Perkara ini merupakan pengungkapan tahap lanjutan atas kasus korupsi yang terungkap pada PD BKK Pringsurat dengan kerugian negara mencapai Rp 114 miliar.

Sebelumnya jaksa sudah mengadili mantan Direktur Utama BKK Pringsurat Suharno dan mantan Direktur BKK Pringsurat Riyanto. Proses hukum keduanya saat ini masih dalam tahap Kasasi di Mahkamah Agung RI. (*)

Baca juga: Pegawai BKK Pringsurat Cabang Tretep yang Menghimpun Dana Nasabah Dituntut 5 Tahun

Baca juga: Triyono Minta Pimpinan BKK Pringsurat Cabang Tretep dan 4 Pegawai Lain juga Diadili

 

editor: ricky fitriyanto