in

Pak RT Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Semarang Terkenal Ramah dan Agamis

SEMARANG (jatengtoday.com) – Tim Densus 88 Mabes Polri mengamankan seorang pria bernama Taufik Teguh Prasetyo (46), Selasa (14/5/2019) pukul 03.44. Taufik merupakan warga Kelurahan Lempongsari RT 3 RW I, Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang. Bahkan rumahnya berdekatan dengan kediaman Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Hampir semua tetangga terduga teroris kaget mendengar kabar penangkapannya. Sebab, selama ini Taufik terkenal ramah dan sering bergaul dengan warga. Bahkan, Taufik merupakan Ketua RT yang sudah menjabat selama hampir 12 tahun.

“Ya nggak nyangka kok bisa ditangkap, diduga teroris. Padahal Pak Taufik ya di kampung biasa-biasa aja. Tidak ada tingkah lakunya yang mencurigakan,” ujar salah satu tetangga yang enggan disebutkan namanya.

Selain itu, Taufik juga terkenal agamis. Hampir setiap sore kegiatannya diisi dengan mengajar anak-anak kampungnya mengaji. “Dia juga rajin ke masjid. Jamaah biasanya. Tapi kalau ngajar ngajinya tidak di masjid, biasanya di rumah, anak-anak pada datang,” jelasnya.

Taufik mengajar mengaji tidak sendiri, tapi juga dibantu dengan istrinya. Istrinya tersebut juga dikenal masyarakat cukup terbuka dengan tetangga. Hanya saja, katanya, dari segi pakaian memang cukup menonjol dibanding muslimah lain di RT tersebut.

“Kalau istrinya emang pakaiannya besar-besar. Kalau keluar rumah juga sering pakai cadar. Di kampung ini meskipun rata-rata muslim, tapi nggak ada yang cadaran gitu. Tapi ya saya tidak pernah berpikir macam-macam, apalagi soal teroris,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi juga kaget atas penangkapan warganya. Ia menyebut, jika di lingkungan Lempongsari warganya sangat rukun dan guyub. Komplek perkampungan yang bersih dan asri itu juga menurut Hendi tidak ada warga yang bertindak macam-macam.

Meskipun begitu, Hendi tetap mengapresiasi pihak kepolisian yang sigap terhadap isu ancaman yang bisa saja mengganggu keamanan lingkungan dan negara. “Sejujurnya saya prihatin, tapi saya rasa pihak Densus dan Kepolisian pasti sudah memiliki data pendukung yang kuat,” tuturnya.

Pantauan di lapangan, rumah Taufik yang berada di Jalan Lempongsari II Nomor 516 tersebut tampak sepi. Menurut informasi, istri Taufik berada di rumah, tapi saat ini belum bisa ditemui. Hanya ibu Taufik yang terlihat menyapa beberapa tamu yang silih berganti datang, itu pun dia tidak banyak memberikan informasi. (*)

editor : ricky fitriyanto