in

Normalisasi Kali Beringin Dijanjikan Rp 150 Miliar, Dilaksanakan 2020 Ini

SEMAARANG (jatengtoday.com) – Normalisasi Kali Beringin yang membentang di wilayah bagian barat Kota Semarang dijanjikan akan dimulai 2020 ini. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebut telah dijanjikan bantuan anggaran normalisasi Rp 150 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kondisi Kali Beringin sangat mengkhawatirkan akibat pendangkalan. Dampaknya, hampir setiap kali musih penghujan menjadi langganan banjir. Terutama di wilayah Mangkang dan Ngaliyan.

“Pak Menteri (PUPR) telah menjanjikan bantuan anggaran Rp 150 miliar untuk normalisasi Kali Beringin. Kebutuhannya Rp 250 miliar,” katanya, Jumat (7/2/2020).

Dikatakannya, normalisasi Kali Beringin tersebut merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). “Tugas Pemkot Semarang melakukan pembebasan lahan di sekitar lahan normalisasi. Di Januari, tuntas sudah pekerjaan tersebut. Yang terakhir kami membebaskan tujuh bidang lahan dari sekian ratus bidang lahan,” kata Hendi sapaan akrabnya.

Dengan adanya bantuan dari Kemen PUPR tersebut, Hendi berharap normalisasi Kali Beringin segera dilakukan. “Selanjutnya akan dilengkapi yang Rp 100 miliar. Kalau sekarang lebarnya 8 meter, nanti menjadi 40 meter, saya minta dari muara dulu,” katanya.

Untuk penangganan banjir, lanjut Hendi, Pemkot Semarang juga akan menambah sejumlah embung. Terutama di wilayah dataran tinggi. Salah satunya di daerah Tembalang. “Menurut saya, ini urgent. Karena, Tembalang ini kan wilayah dataran tinggi. Tapi dua tahun terakhir selalu ada laporan banjir,” katanya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman mendesak pemerintah pusat menormalisasi Kali Beringin tahun 2020 ini. Hal itu mengingat saat ini pembebasan lahan telah selesai. “Kondisi Kali Beringin sangat mengkhawatirkan. Setiap memasuki musim penghujan, kali kerap meluap hingga menyebabkan banjir di Mangkang dan Ngaliyan. Selain melimpas ke badan Jalan Pantura Semarang- Kendal, air dari luapan Kali Beringin juga masuk ke rumah-rumah warga,” katanya.

Normalisasi Kali Beringin adalah satu-satunya cara untuk mengatasi banjir di wilayah Mangkang dan sekitarnya. Sebab, kondisi Kali Beringin semakin dangkal dan sempit. “Sungai tersebut tidak mampu menampung volume air saat musim hujan. Dampaknya air sungai meluap,” katanya.

Begitupun banjir pada Selasa lalu, limpasan air dari Kali Beringin merendam Jalur Pantura. Aktivitas warga terganggu karena lalu-lintas terputus. Meski begitu, banjir kali ini tidak separah tahun 2010 silam yang menimbulkan korban jiwa. “Maka kami meminta agar Kementerian PUPR segera untuk melakukan normalisasi Kali Bringin pada tahun 2020 ini juga,” katanya. (*)

 

editor: ricky fitriyanto