in

Nama Kyai Hanif Dicatut PKS, Pihak Keluarga Tak Terima

SEMARANG (jatengtoday.com) – Pernyataan Pengasuh Pondok Pesantren Futuhiyyah, Demak KH M Hanif Muslih dianggap dicatut secara serampangan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mendongkrak suara. Pasalnya, KH M Hanif Muslih merupakan sosok yang disegani dan diikuti oleh banyak orang.

Pencatutan pernyataan itu dilakukan dalam bentuk meme promosi yang berbunyi “Politik harus diisi oleh orang-orang baik. Jika tidak diisi orang baik, politik akan diisi orang jahat. Saya berharap PKS terus menghasilkan kebijakan yang pro terhadap rakyat dan umat,” dengan gambar Kyai Hanif.

Desain meme tersebut telah tersebar luas di media sosial. Dalam meme, Kyai Hanif dijadikan ajang legitimasi oleh Bambang Nugraha, Caleg DPRD Bandung Dapil 6 dari PKS. Bahkan, meme tersebut juga dibuat seolah-olah Kyai Hanif mendukung Pasangan Calon Presiden 02.

Tak hanya itu, PKS bahkan memanipulasi konten pemberitaan silaturrahmi dalam laman web PKS Jateng dalam link www.jateng.pks.id.

Peredaran tersebut sontak menghebohkan dunia maya. Netizen dari alumni PP Futuhiyyah merespon dengan berbagai reaksi. Hingga akhirnya, A. Faizurrohman Hanif dari pihak keluarga memberi klarifikasi pada Rabu (3/4/2019), bahwa konten meme tersebut adalah berita bohong atau hoaks.

“Perlu saya konfirmasi ke para kiai al-mukarramun, para alumni dan masyarakat sekalian, gambar (meme) di atas adalah komentar Abah saat ditanya mengenai harapan untuk PKS ke depan, saat silaturrahmi Habib Salim Segaf Al-Jufri beserta rombongan sebagian pengurus DPP, DPW, DPC PKS di Ndalem Abah Hanif, jauh hari sebelum deklarasi 01 atau 02,” jelasnya.

Selain harapan, kata Gus Faiz, ayahnya juga memberikan saran dan kritik untuk PKS. Sayang sekali yang kritik tidak diekpos untuk dijadikan meme. Jadi, pihak keluarga menegaskan bahwa komentar diatas tidak ada sangkut pautnya dengan dukungan ke paslon 02 dan PKS.

“Kami juga keberatan dengan meme diatas karena dibuat sedemikian rupa dengan ada atribut PKS dan Paslon 02 dan dibuat menjelang hari-hari coblosan. Seolah-olah mencitrakan bahwa Abah Hanif mendukung PKS dan Paslon 02. Padahal tidak sama sekali!” tegasnya.

Bahkan, katanya, jauh hari sebelum kunjungan cawapres 01, KH. Ma’ruf Amin selepas Ibadah Haji, Kyai Hanif sudah memutuskan untuk memilih paslon 01, dan berprinsip serta berkomitmen teguh untuk tidak menerima kedatangan PKS ke Pondok Futuhiyyah.

“Seperti yang kita lihat saat Pilgub Jateng kemarin, Abah menolak kedatangan salah satu Cawagub karena sudah berkomitmen dengan Cawagub yang lain,” ucap Gus Faiz.

Prinsip itulah yang ingin pihak keluarga pahami dan hormati, supaya terhindar dari tuduhan “tidak punya pendirian” atau “fitnah” di tengah-tengah masyarakat yang mudah menilai sebelah mata dan cenderung negatif.

“Dan Abah punya prinsip, kalau sudah punya pilihan, mohon maaf tidak akan menerima, tamu dari calon lain, baik itu Calon Bupati, Calon Gubernur atau Calon Presiden, termasuk wakil-wakil mereka,” tandasnya. (*)

editor : ricky fitriyanto

Baihaqi Annizar