in

Mendulang Uang dari Jasa Cat Ulang Sepeda

BANDUNG (jatengtoday.com) – Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang melanda Tanah Air sejak awal Maret termyata memberi berkah bagi pelaku jasa pengecatan sepeda. Tingginya minat masyarakat untuk berolahraga menjadi salah satu pemicunya.

Lucky Sufyan Hadi, pemilik bisnis cat ulang dan restorasi sepeda Ukyairbrush mengakui semenjak pandemi Covid-19 usahanya mulai ramai. “Alhamdulillah sebelum ada corona itu konsumen yang datang buat re-paint sepeda-nya paling seminggu itu ada satu tapi sekarang mah karena ada corona dalam sehari konsumen yang datang bisa mencapai empat,” kata Lucky, Sabtu (15/8/2020).

Pria yang memiliki workshop cat ulang sepeda di Kawasan Dipatiukur Jalan Haur Pancuh Nomor 57a, RT01 RW04, Lebakgede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung ini mengatakan, konsumen yang datang tak hanya dari dalam kota.

“Pokoknya setelah PSBB dilonggarkan, itu konsumen yang datang bukan hanya dari Bandung saja tapi ada dari Kadipaten, (Kabupaten) Majalengka. Nah, yang dari Kadipaten itu, sekalinya datang ke sini bawa empat sepeda buat di-repaint,” kata Lucky.

Ia mengatakan ada banyak tantangan yang dihadapinya dalam menjalankan usahanya tersebut terlebih sepeda konsumen yang ingin dicat ulang merupakan jenis sepeda zaman dahulu.

“Jenis sepeda yang minta di-repaint oleh konsumen itu ada seli (sepeda lipat), sepeda Federal, London Taxi sampai ke sepeda jadul,” kata dia.

Ketelatenan

Selain itu, lanjut Lucky, tantangan lain yang dihadapi ialah proses re-paint sebuah sepeda yang membutuhkan waktu cukup lama yakni pengecatan ulang satu sepeda bisa memakan waktu satu bulan lebih.

“Tantangan lainnya ya itu, kadang konsumen tidak sabaran. Mereka masih menganggap kalau re-paint itu tinggal mengecat ulang saja sepeda tapi butuh waktu yang lama supaya hasilnya bagus,” kata Lucky yang menekuni bisnis ini sejak 2016 silam.

Sepeda yang dicat ulang, harus dibongkar terlebih dahulu, kemudian mengerik cat lamanya baru dicat ulang mulai dari cat dasar, cat transparan, dibersihkan kembali, kemudian dicat kembali hingga dikeringkan. Tarif re-paint sebuah sepeda bervariasi mulai dari Rp 600 ribu hingga Rp 2 juta. Tarif ini dipatok berdasarkan jenis dari sepeda.

Omzet Meningkat

Lucky mengatakan saat ini dirinya mengajak serta anak pertamanya untuk membantu usahanya karena semakin banyak konsumen yang meminta jasa pengecatan ulang darinya.

“Alhamdulillah kalau dulu sebulan paling dapat kisaran Rp 4 juta, sekarang mah bisa dua kali lipatnya.”

Lucky Sufyan Hadi

Sementara itu, Syarif Hidayat, salah seorang warga yang menggunakan jasa Ukyairbrush untuk mengecat ulang sepeda lipat miliknya, menuturkan dirinya lebih memilih mengecat ulang karena untuk membeli sepeda baru harus inden.

“Kemarin itu mau beli sepeda baru ke toko sepeda di Kawasan Otista Kota Bandung, eh barangnya banyak yang kosong dan kalau pun ada harus inden sampai tiga minggu atau sebulan lebih,” kata dia.

Syarif menuturkan daripada harus menunggu lama untuk mendapatkan sepeda baru lebih baik mengecat ulang sepeda lama miliknya. “Kalau kita punya sepeda lama yang tampilannya sudah agak kusam mending di cat ulang saja daripada beli baru. Saya tahu jasa cat ulang sepeda Ukyairbrush dari internet,” kata dia. (ant)

editor : tri wuryono