in

Masjid Diharapkan jadi Sarana Transmisi Wawasan Kebangsaan

SEMARANG (jatengtoday.com) – Masjid disarankan tidak hanya digunakan sebagai tempat ritual peribadatan semata. Namun juga sebagai tempat transmisi nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.

Pernyataan tersebut mencuat dalam webinar bertema “Masjid dan Transmisi Nasionalisme; Merawat Kemajemukan Menuju Kemandirian Umat” yang digagas Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng bekerja sama dengan Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Dalam sambutannya, Camat Mijen Moh Agus Junaidi berharap, masjid-masjid yang ada saat ini harus mampu dirasakan manfaatnya oleh jamaah dan masyarakat yang ada di sekitarnya.

“Harapan kami semua masjid, khususnya masjid di Kecamatan Mijen bisa bersinergi untuk sengkuyung membantu kebutuhan masyarakat. Sehingga masjid tidak berjarak dengan masyarakat,” ucapnya saat memberi sambutan.

Ketua PCNU Kota Semarang KH Anasom selaku narasumber webinar mengungkapakan, dalam sejarah memang sebenarnya tercatat bahwa masjid adalah pusat peradaban umat Islam. Tidak hanya sekedar tempat ritual ibadah.

Bahkan, kata dia, kalau diperhatikan lokasi masjid-masjid bersejarah di tingkat kabupaten, kota, provinsi dan nasional, desainnya terintegrasi dengan lokasi alun-alun atau tempat berkumpulnya banyak orang.

“Ini menunjukkan bahwa masjid menjadi sarana transmisi nilai-nilai agama termasuk juga wawasan kebangsaan dan nasionalisme kepada umat,” ujar Anasom.

Menurutnya, semua WNI memiliki tugas yang sama untuk menjaga NKRI. Salah satunya melalui masjid, karena masjid menjadi semacam sentrum. Sehingga tepat digunakan sebagai media transmisi nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Anak FKPT Jateng sekaligus pengurus Kesbangpol Jateng Atiek Surniati mengamini pernyataan narasumber sebelumnya.

Dia berpendapat, orang harus memiliki semangat kebangsaan. “Semangat kebangsaan itu berupa menyatunya rasa kebangsaan dan paham kebangsaan yang akhirnya menimbulkan tekad untuk membela dan berkorban untuk kepentingan bangsa,” tegasnya. (*)

 

editor: ricky fitriyanto 

 

Baihaqi Annizar