in

Mahasiswa PPG UPGRIS Manfaatkan Perpus Digital untuk Tingkatkan Literasi Siswa

Proyek ini telah diimplementasikan di SDIT Asshodiqiyah Semarang.

Mahasiswa PPG Prajabatan Upgris bersama pihak terkait saat pelatihan proyek kepemimpinan. (istimewa)
Mahasiswa PPG Prajabatan Upgris bersama pihak terkait saat pelatihan proyek kepemimpinan. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) prodi PGSD dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) memanfaatkan perpustakaan digital untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa.

Proyek kepemimpinan yang mengintegrasikan teknologi dan literasi digital ke dalam kurikulum pembelajaran sekolah ini telah diimplementasikan di SDIT Asshodiqiyah Semarang.

Ahmad Sukron selaku mahasiswa PPG sekaligus ketua proyek mengatakan, di bawah bimbingan Dr. Kartinah M.Pd, proyek kepemimpinan ini dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa PPG, guru, hingga staf sekolah.

Semua pihak terlibat untuk merancang sekaligus melaksanakan kegiatan menarik yang berorientasi pada penggunaan teknologi.

Kegiatan yang direncanakan termasuk pembelajaran interaktif menggunakan aplikasi edukasi, penggunaan media sosial untuk diskusi dan berbagi ide, serta pengembangan proyek kolaboratif yang menggabungkan berbagai elemen literasi dan teknologi.

Siswa atau peserta didik diajak untuk menjelajahi berbagai sumber daya digital, termasuk aplikasi pembelajaran interaktif, platform daring, dan media sosial yang relevan dengan konten pembelajaran.

Mahasiswa PPG Prajabatan UPGRIS berharap, inisiatif ini dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat literasi digital dan literasi secara keseluruhan di kalangan peserta didik di sekolah-sekolah lain di Indonesia.

“Kami berharap proyek ini dapat menggugah minat dan kemampuan literasi peserta didik dengan memanfaatkan literasi digital sebagai alat pembelajaran,” ujar Ahmad saat dikonfirmasi, Selasa (20/2/2024).

Sementara itu, Kepala SDIT Asshodiqiyah, Imam mengatakan, proyek ini dapat menjadi contoh nyata dari kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.

“Semoga proyek ini dapat memberikan dampak positif bagi kemampuan literasi siswa kami,” imbuh kepala sekolah, Imam. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar