in

Bangun Jiwa Entrepreneurship, Mahasiswa PPG UPGRIS Beri Pelatihan Tie Dye

Diharapkan kegiatan ini bermanfaat untuk mengembangkan keterampilan dan menumbuhkan jiwa entrepreneurship sejak dini.

Anak-anak menunjukkan hasil karya tie-dye hasil berlatih di Gedung Sobokarti bareng mahasiswa PPG Prajabatan UPGRIS. (istimewa)
Anak-anak menunjukkan hasil karya tie-dye hasil berlatih di Gedung Sobokarti bareng mahasiswa PPG Prajabatan UPGRIS. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) berupaya membangun jiwa entrepreneurship dengan terlebih dulu memberi pelatihan teknik mewarnai kain.

Pelatihan yang berlangsung pada 16 Februari 2024 ini menyasar anak-anak yang tinggal di sekitar Gedung Sobokartti, Semarang.

Perwakilan mahasiswa, Rahma mengatakan, mula-mula anak-anak diajari tie-dye atau teknik mewarnai kain dengan cara diikat dan dicelup. Teknik ini disebut juga ikat celup atau jumputan.

Anak-anak tampak antusias. Mereka belajar mengenal warna-warna cat, teknik mencampurkan warna, melipat kain, mengikatnya dengan berbagai pola, hingga mewarnai kain dengan pewarna khusus.

Pelatihan berlangsung semarak. Hasilnya, anak-anak berhasil menciptakan berbagai produk tie-dye yang unik dan kreatif, antara lain sapu tangan, taplak meja, dan kaus.

Setelah itu, anak-anak diberi edukasi tentang dasar-dasar entrepreneurship, seperti bagaimana membuat ide bisnis dan memasarkan produk hasil karyanya melalui WhatsApp.

“Kami senang bisa berbagi ilmu dan pengalaman dengan anak-anak di sini. Kami berharap pelatihan ini dapat bermanfaat, membantu mereka untuk mengembangkan potensi mereka di masa depan,” ujar Rahma.

 

Anak-anak sedang mengikuti pelatihan di Gedung Sobokarti bersama mahasiswa PPG Prajabatan UPGRIS. (istimewa)
Anak-anak sedang mengikuti pelatihan di Gedung Sobokartti bersama mahasiswa PPG Prajabatan UPGRIS. (istimewa)


Bagian dari Pengabdian Masyarakat

Mahasiswa lain, Syafa menambahkan, pelatihan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa PPG Prajabatan UPGRIS.

“Kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengembangan generasi muda,” imbuhnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi anak-anak di daerah Gedung Sobokartti, khususnya dalam mengembangkan keterampilan dan menumbuhkan jiwa entrepreneurship sejak dini.

Salah satu peserta, Abimana mengaku senang mengikuti kegiatan ini. Katanya, dia belajar banyak tentang teknik tie-dye dan bagaimana memulai usaha sendiri.

“Saya ingin mencoba menjual hasil karya saya kepada teman-teman dan keluarga,” ucapnya.

Dr. Widya Kusumaningsih, M.Pd., selaku dosen pembimbing mata kuliah projek kepemimpinan PPG Prajabatan UPGRIS, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi UPGRIS terhadap masyarakat.

“Kami ingin membantu anak-anak di daerah Gedung Sobokartti untuk mengembangkan potensi mereka dan menjadi pengusaha muda yang mandiri dan kreatif di masa depan,” jelasnya. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar