in

Maestro Tari Yoyok Bambang Priyambodo Sajikan Seni Kampanye Pemilu Damai di Tugumuda

SEMARANG (jatengtoday.com) – Tujuh belas bendera berlambangkan Partai berkibar dari berbagai arah mengikuti alunan suara gamelan dalam susunan gerak di kedua tangan para Penari Sanggar Greget Semarang di bundaran Tugumuda Semarang, Minggu (5/11/2023).

Mereka adalah Mahendra, Benita, Fairuz, Deva, Anggun, Maulida, Alya, Rachel, Andini, dan Nabila. Tari kampanye pemilu damai tersebut merupakan karya Maestro Yoyok Bambang Priyambodo. Penampilan tarian ini dapat disaksikan di Channel Youtube Sanggar Greget Semarang.

Berjuang untuk masa depan Bangsa dan Negara

Rakyat Sejahtera Makmur Tentram

Jiwa dan Raga cukup Pangan, Sandang, Papan

Guyub Rukun dan Aman

Inilah Impian dan Harapan Untuk Merdeka.

Syair tersebut merupakan lantunan lagu yang diiringi dengan gamelan garapan Canadian Mahendra sebagai musik Tari Pemilu Damai.

Sembilan Bidadari bersama 17 bendera dengan gerak dinamis dan rampak menyampaikan harapan dan doa agar Pemilu Tahun 2024 berjalan damai dengan tetap menjunjung tinggi Sang Saka Merah Putih yang dibawa oleh penari Canadian Mahendra yang Gagah, Tangguh, dan Berwibawa.

Mas Yok, panggilan akrab Sang Maestro pendiri Sanggar Greget dan Ketua Forum Silaturahmi Sanggar Tari Jawa Tengah ini mengatakan bahwa koreografi yang tersusun dalam tarian ini menggambarkan sebuah Kebhinekaan Bangsa lewat Ekspresi Budaya Seni Tari dalam  berkontribusi sebagai Seniman, Penari, dan Budayawan guna mewujudkan ekosistem Pemilu yang aman, sehat, serta konsistensi terhadap Gerakan Revolusi mental.

Melalui Tari Kiprah Pemilu Damai Doa untuk Indonesia ini, Mas Yok berharap agar semua pihak bergotong royong membangun negeri dengan mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi.

“Baik fungsi Aparatur Pemerintahnya dengan tidak memanipulasi politik kepentingan rezim penguasa dan ketika berpartisipasi politiknya juga tidak memihak pada partai dan golongan tertentu,” ucapnya

Pilpres, Pileg, dan Pilkada 2024 perlu didukung adanya kebebasan masyarakat dalam berekspresi, berkarya dan berkeyakinan, melalui keberadaan hak berorganisasi, berasosiasi serta jaminan penegakan pelaksanan aturan hukum dalam berbudaya politik.

Yoyok Bambang Priyambodo penari kenamaan Jawa Tengah berharap lewat Karya Tari ini, bahwa eksistensi Pemilu merupakan elemen utama di Perhelatan Demokrasi dengan prinsip Universal Kedaulatan Rakyat dan menjunjung tinggi hak asasi manusia yang melekat pada rakyat serta musyawarah sebagai sebuah Momentum Peristiwa Budaya untuk menentukan nasib Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)

Ajie MH.