in

Kemandirian Petani Melalui Program Taksi Alsintan

Pemerintah melaunching program food estate sebagai upaya bersama dalam meningkatkan produksi nasional.

DEMAK (jatengtoday.com) – Presiden Joko Widodo meluncurkan taksi alsintan yang merupakan program dari Kementerian Pertanian.

Program tersebut dalam rangka membantu menyediakan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara mandiri oleh pelaku usaha di sektor pertanian melalui fasilitasi bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dalam hal ini, Presiden berharap program tersebut dapat menggantikan pola dan pendekatan yang dinilai tidak produktif.

“Dengan adanya program taksi alsintan, nantinya akan banyak sekali daerah-daerah, desa-desa, provinsi dan kabupaten, termasuk Demak, akan banyak para petani yang mau beli alat dan mesin pertanian baik itu apa rice mill unit (RMU), baik dryer, baik combine harvester, traktor dan lain-lain dengan pola program  taksi alsintan,” kata Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak Agus Herawan.

Agus menjelaskan, program tersebut merupakan inovasi Kementan untuk mengurangi beban APBN dan melatih kemandirian petani.

“Taksi alsintan itu inovasi untuk mengurangi beban APBN. Program ini berkaitan langsung dengan layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sehingga petani bisa lebih mandiri,” ujarnya.

Agus mengatakan, kemandirian petani merupakan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) dalam menjalankan pembangunan pertanian ke depan.

Karena itu, pemerintah melaunching program food estate sebagai upaya bersama dalam meningkatkan produksi nasional.

“Dengan keterbatasan APBN kita harus bisa tetap berinovasi melalui pola investasi seperti layanan KUR (Kredit Usaha Rakyat). Apalagi Bapak Presiden telah menyetujui anggaran KUR ini kepada usaha pertanian yang diperuntukan pada program alat dan mesin pertanian (Taksi Alsintan),” katanya.

Menurut Agus, sejauh ini realisasi KUR sudah cukup bagus mengingat tingkat serapanya cukup tinggi. Apalagi, program ini memiliki bunga rendah sebesar 6 persen dan saat ini relaksasi sampai bulan Desember turun menjadi 3 persen.

“Nah ini yang harus kita manfaatkan, saya mohon dukungannya untuk program Taksi Alsintan bisa sukses. Siapapun boleh mengambil KUR supaya program Taksi Alsintan ini semakin berkembang,” ujarnya.

Ditambahkan Agus, penggunaan Alsintan juga dapat disewakan melalui skema koperasi atau unit usaha taxi alsintan. Penyewaan bahkan bisa dilakukan perhari bahkan perjam dan bisa digunakan melalui olah tanam, panen dan pasca panen.

“Ini memberikan keuntungan untuk peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani, juga mengatasi masalah tenaga kerja pertanian dan waktu kegiatan pertanian lebih efisien,” jelasnya. (*)

Ajie MH.