in

Kejati Jateng Usut Dugaan Korupsi Proyek Perumahan Karyawan Angkasa Pura I

Kerugian negara akibat korupsi ini mencapai Rp5 miliar.

Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Kota Semarang. (baihaqi/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah mengusut kasus dugaan korupsi proyek pengadaan perumahan Yayasan Kesejahteraan Karyawan Angkasa Pura I (YAKKAP I).

Melansir laman yakkap.or.id, YAKKAP I adalah yayasan yang didirikan oleh badan usaha milik negara (BUMN) PT. Angkasa Pura I (Persero) yang mengelola belasan bandara di Indonesia bagian tengah dan timur.

Kajati melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jateng Arfan Triono mengungkapkan, proyek perumahan yang dikorupsi berlokasi di wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jateng.

Dalam merealisasikan proyeknya, YAKKAP I bekerja sama dengan PT Mitrasindo Sarana Mulia pada tahun 2015. Namun, terjadi penyelewengan hingga membuat proyek ini tak berjalan sebagaimana mestinya.

“Perumahannya sudah berdiri, tapi hak-hak yang seharusnya didapat YAKKAP I tidak diberikan,” ungkap Arfan, Kamis (29/2/2024).

Rugikan Negara

Mengingat proyek perumahan karyawan dan pensiunan Angkasa Pura I ini dibiayai negara, maka kasus korupsi ini berimbas pada timbulnya kerugian keuangan negara.

Kata Arfan, berdasarkan hasil penghitungan sementara, kerugian negara pada kasus ini mencapai hampir Rp5 miliar.

Saat ini Kejati Jateng telah menetapkan lima orang tersangka. Tiga di antaranya merupakan pengurus YAKKAP I, masing-masing berinisial PW, SM, dan KR.

Sementara dua tersangka lainnya adalah Direktur PT Mitrasindo Sarana Mulya (MSM) berinisial GP dan broker atau pelaksana pembangunan berinisial H.

Sebagai informasi, sebelumnya pada 2021 Kejati Jateng juga pernah mengusut kasus korupsi yang terjadi di YAKKAP I.

Namun, saat itu kasusnya adalah korupsi pengadaan lahan di Purworejo yang akan digunakan untuk pembangunan perumahan karyawan Yogyakarta International Airport (YIA).

Kasus korupsi yang menyeret petinggi YAKKAP I tersebut telah selesai disidang, koruptornya pun sudah mendekam di penjara. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar