in

Kejati Jateng: Tersangka Baru Suap PDAM Kudus Masih Proses Penyidikan

SEMARANG (jatengtoday.com) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng akhirnya angkat bicara soal penetapan tersangka baru dalam kasus dugaan suap penerimaan dan pengangkatan pegawai di kantor PDAM Kabupaten Kudus.

“Sekarang kasus itu masih dalam proses penyidikan,” jelas Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Jateng Emilwan Ridwan saat dikonfirmasi, Rabu (15/7/2020).

Perkara tersebut semula ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus. Pada 11 Juni 2020, tim kejaksaan melakukan OTT dan menyegel salah satu ruangan di kantor PDAM Kudus.

Saat itu, tim berhasil mengamankan pegawai PDAM Kudus dan menemukan uang sejumlah Rp65 juta yang disimpan di dalam jok kendaraan roda dua.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan ditemukan alat bukti yang cukup, pada 12 Juni 2020 Kejari Kudus mengumumkan satu orang pegawai PDAM berinisial ‘T’ ditetapkan sebagai tersangka.

Pada 29 Juni 2020 diumumkan bahwa Kejari Kudus mengalihkan penanganan kasus dugaan suap ini kepada Kejati Jateng. Kejari menegaskan, pelimpahan itu tidak disebabkan adanya tekanan politik atau tekanan lainnya.

Kemudian, 14 Juli 2020 tiga orang dari Kejati Jateng didampingi tim Kejari Kudus mendatangi kantor PDAM Kudus. Kedatangannya untuk mengambil beberapa dokumen berkaitan tentang penyidikan dugaan suap yang sedang bergulir.

Kepala Kejari Kudus Rustriningsih sebelumnya menyebutkan, kini sudah ada dua tersangka baru lagi. Masing-masing berinisial ‘O’ dan ‘A’. Dengan demikian sudah ada tiga orang tersangka dalam kasus yang sama.

Namun, Rustriningsih enggan menjelaskan peran para tersangka baru tersebut. Ia menyebut hal itu merupakan kewenangan Kejati Jateng.

Sayangnya, pihak Kejati juga belum bersedia memberikan keterangan secara rinci. “Kalau sudah ada perkembangan akan kami sampaikan,” tandas Asintel Kejati Jateng. (*)

 

editor : ricky fitriyanto 

 

Baihaqi Annizar