in

Hasil Rekapitulasi Pilgub Jateng, Partisipasi Pemilih Tembus Rekor

SEMARANG (jatengtoday.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang telah menyelesaikan rekapitulasi tingkat Kota Semarang, Kamis (5/7/2018). Hasil rekapitulasi tingkat Kota Semarang menempatkan pasangan Ganjar Pranowo – Taj Yasin menang telak. Artinya, pasangan Sudirman Said – Ida Fauziyah harus keok di Kota Semarang.

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Wahyono mengatakan, pihaknya menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara dari seluruh kecamatan di Kota Semarang.

Dalam proses ini dihadiri oleh seluruh saksi masing-masing pasangan calon, Panwaslu Kota Semarang, dihadiri seluruh PPK, Kapolrestabes Semarang, Dandim, perwakilan Wali Kota Semarang, hingga camat. “Rekapitulasi berlangsung lancar,” katanya, Kamis (5/7).

Hasilnya, untuk perolehan suara, pemenang di Kota Semarang adalah pasangan nomor urut 1 yakni Ganjar Pranowo dan Taj Yasin. Secara rinci, rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara menyebutkan, Ganjar Pranowo-Taj Yasin memeroleh 557.289 suara. Sedangkan pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah 229.367 suara. Ada sebanyak 786.656 suara sah. Sedangkan tidak sah ada 24.849 suara. Totalnya 811.505 suara, dari dafftar pemilih tetap (DPT) 1.114.643 suara.

“Untuk tingkat partisipasi Pilkada di Kota Semarang ini memecahkan rekor pemilih terbanyak, atau partisipasi terbanyak yang selama ini kami dapatkan, yakni 72,80 persen. Ini paling banyak, karena di Pilgub 2008 hanya 62 persen, Pilgub 2013 sebanyak 61 persen. Pilwakot terakhir 65,43 persen. Jadi ini jauh lebih banyak dan melebihi ekspektasi yang kami perkirakan,” katanya.

Faktor apakah yang memengaruhi pemilih untuk datang ke TPS? Menurutnya perlu diteliti lebih jauh. “Tetapi sekilas, semangat masyarakat yang ingin betul-betul berpartisipasi memberikan suara kepada pasangan yang ingin dipilih cukup tinggi. Keseriusan memilih ini juga tercermin dari banyaknya orang mengurus A5. Jadi, kemarin itu yang mengurus A5 di kami sehari bisa 100-200 orang,” katanya.

Selain itu, pihaknya mengaku sosialisasi dilakukan secara masif. “Misalnya siaran di radio saja bisa empat sesi. Satu sesi 14 hari. Satu hari minimal 3-10 iklan. Taruhlah rata-rata 7, kali 14 hari, kali 15 radio. Itu kali 4. Jadi betul-betul banyak, dan sosialisasi KPU Kota Semarang ada 49 kali. Di tingkat kecamatan ada 6 x 16 kecamatan, di tingkat kelurahan ada 2 x 177 kelurahan. Itu belum lembaga-lembaga lain yang kami jadi pembicara,” katanya.

Selain itu, sesuai dengan peraturan KPU dan UU, pihaknya memasang alat peraga kampanye. “Baik spanduk, umbul-umbul, maupun baliho yang saya kira cukup banyak dilihat oleh publik. Sehingga masyarakat tertarik untuk datang ke TPS,” bebernya.

Menurut dia, dalam beberapa diskusi dengan para pemilih, menunjukkan adanya kesiapan pemilih untuk Pemilu 2019. “Jadi, barangkali ini pemanasan sekaligus juga untuk memersiapkan Pemilu 2019. Ada beberapa suara yang saya dengar seperti itu,” imbuhnya.

Selain itu, gerakan rekam E-KTP dengan Dispendukcapil Kota Semarang menunjukkan hasil cukup baik. “Dalam 10 hari kami bisa merekam sebanyak 5.900 pemilih,” katanya.

Setelah rekapitulasi tingkat kota ini, lanjut Henry, pada hari ini juga langsung dilakukan penyerahan kotak suara dan hasil rekapitulasi tingkat Kota Semarang ke KPU Provinsi Jawa Tengah. “Untuk kemudian direkap KPU Jawa Tengah beberapa hari yang akan datang,” katanya. (abdul mughis)

editor : ricky fitriyanto

Abdul Mughis