in

Gelapkan Dana PT Harvest Metalindo Perkasa, Petugas Kasir Dituntut 1 Tahun

SEMARANG (jatengtoday.com) – Petugas kasir atau Admin Kepala Keuangan PT Harvest Metalindo Perkasa Semarang, Silvia Norma Yunita menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang atas perkara penggelapan dana perusahaan.

Penuntut Umum Kejari Kota Semarang Adiana Windawati menilai, terdakwa Silvia terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan yang dilakukan secara bersama-sama.

Terdakwa melanggar pasar sebagaimana diurai dalam dakwaan Primair, yakni Pasal 374 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

“Menuntut supaya terdakwa Silvia dijatuhi pidana penjara selama 1 tahun, dikurangi selama terdakwa dalam tahanan,” ucapnya.

Kasus ini bermula saat Silvia melakukan rencana culas bersama pacarnya yang bernama Ari Widiyanto (diajukan dalam berkas perkara terpisah). Keduanya bekerja di perusahaan yang sama.

Silvia menjadi Admin Kepala Keuangan sementara Ari menjadi sopir pengirim barang-barang milik PT Harvest Metalindo Perkasa yakni perusahaan yang bergerak dalam usaha distributor aluminium, kaca, dan aksesoris aluminium.

Sebagai sopir, Ari bertugas mengantar barang dari perusahaan ke pelanggan yang berada di wilayah Purwokerto dan sekitar Banyumas. Ari juga bertugas menerima pembayaran dari konsumen baik secara tunai maupun transfer.

Baca juga: Korban Ini Beri Kesaksian Penggelapan Dana Rp 20 Miliar di Semarang

Setelah menagih dan menerima uang, Ari menyerahkan ke Admin Kepala Keuangan yakni terdakwa Silvia disertai bukti transfer dan tanda terima uang dari konsumen.

Pada April 2019, Ari menagih ke salah satu konsumen di Wonosobo sebesar Rp 30,5 juta. Tetapi, saat itu konsumennya baru bisa membayar tunai Rp 23 juta. Kemudian Ari mengarahkan supaya kekurangannya di transfer saja.

Namun, rekening yang diberikan justru atas nama terdakwa Silvia, bukan rekening perusahaan. Setelah itu, uang malah digunakan untuk kepentingan pribadi mereka. Kemudian diakali supaya tidak ketahuan.

Saat perusahaan melakukan pemeriksaan laporan keuangan atau audit internal, ternyata ditemukan penggandaan bukti laporan pembayaran dari konsumen. Akibat perbuatan itu, PT Harvest Metalindo Perkasa mengalami kerugian yang ditaksir sebesar Rp 27.702.000. (*)

 

editor: ricky fitriyanto

Baihaqi Annizar