in

Manajer Koperasi Mitra Jaya Abadi Merasa Dikriminalisasi, Kuasa Hukum: Niatnya Bantu Perusahaan

SEMARANG (jatengtoday.com) – Manajer Koperasi Mitra Jaya Abadi Semarang, Anik Puji Kurniasih merasa dikriminalisasi. Dia ditetapkan sebagai terdakwa penggelapan aset perusahaan.

Jaksa penuntut umum Kejari Kota Semarang, Adimas Haryosetyo mendakwa Anik dengan Pasal 374 KUHP, yakni penggelapan yang dilakukan karena ada hubungan kerja. Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama 5 tahun.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Semarang sedianya akan menyidangkan kasus ini pada Selasa (16/3/2021). Namun, sidang ditunda karena terdakwa mengalami sakit.

Dalam sistem informasi penelusuran perkara PN Semarang, jaksa mengatakan, penggelapan dilakukan terdakwa di Kantor Pegadaian Cabang Pedurungan Semarang pada Agustus 2018 silam.

“Terdakwa sengaja memiliki barang kepunyaan orang lain. Perbuatan tersebut dilakukan karena berhubungan dengan pekerjaan atau jabatannya atau karena ia mendapat upah uang,” ungkap Jaksa Adimas.

Bantu Koperasi

Kuasa hukum terdakwa, Hermansyah Bakri menyayangkan adanya kasus ini. Dia berpendapat kliennya tidak layak dijadikan terdakwa. Sebab, Anik selaku manajer hanya berniat membantu koperasi.

Kasus ini bermula saat ada dua nasabah koperasi yang hendak mencairkan deposito. Namun, karena koperasi sedang tidak ada dana, Anik berinisiatif untuk menggadaikan mobil inventaris kantor.

Sebelumnya, Anik sudah koordinasi dengan ketua dan bendahara koperasi, dan disetujui. “Klien saya itu hanya manajer, tidak mungkin melakukan sendiri tanpa perintah atasan,” ucap Hermansyah Bakri.

Dari menggadaikan mobil tersebut cair uang Rp150 juta. Dana tersebut langsung ditransfer ke nasabah koperasi. Sehingga dalam hal ini terdakwa tidak menikmati uang sepeser pun.

“Kesalahannya dimana? Lagian tidak ada kerugian. Jadi ini murni kriminalisasi. Kami akan mengungkap semua fakta yang terjadi. Bukti-bukti sudah kami kantongi,” tegasnya. (*)

 

editor: ricky fitriyanto 

 

Baihaqi Annizar