in

Eksplor Kreatifitas Seni Warga Kota Wali, TCF Semakin Diminati

Banyak tema diusung setiap minggunya. Seperti  Hari Pariwisata Internasional atau Internasional Tourism Day, Hari Batik Nasional, Sehari tanpa Gadget.

Siswa-siswi SD Negeri Bintoro 5 Demak saat menampilkan Tari Runtik di panggung TCF. (istimewa)

DEMAK (jatengtoday.com) – Pagelaran Seni di Tembiring Creative Fun (TFC) semakin meriah dan diminati masyarakat.

Hal itu terlihat dari antusias penampil maupun penonton, yang memadati Panggung Kesenian  di kawasan Parkir Pariwisata Tembiring Jogo Indah Demak, setiap Minggu pukul 07.00-10.00 WIB.

Diawali dengan senam sehat ceria oleh para instruktur profesional, lanjut dengan kuis-kuis berhadiah hiburan oleh pembawa acara, kolaborasi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Demak dan Dinas Komunikasi dan Informasi, dalam hal ini RSKW.

Selain kalangan pelajar, terlihat di antara peserta senam aerobik dan kreasi modern adalah masyarakat umum.

Berlanjut ke acara berikutnya adalah pertunjukan seni dari lembaga-lembaga yang berpartisipasi. Banyak tema diusung setiap minggunya. Seperti  Hari Pariwisata Internasional atau Internasional Tourism Day, Hari Batik Nasional, Sehari tanpa Gadget.

Penampil yang hadir mempertunjukkan bakat dan kebolehannya di bidang seni beraneka ragam dan kalangan. Mulai dari siswa-siswi TK, SD, SMP hingga kelompok penggiat seni. Genre seni yang ditampilkan pun beraneka, mulai dari seni suara, musik, tari, hingga pantomim.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak Endah Cahya Rini didampingi Sekretaris Dinas Pariwisata Kurnia Zauharoh menambahkan, TCF merupakan inovasi OPD-nya dalam memanfaatkan panggung kesenian sehingga berdaya guna dalam menumbuhkan kreatifitas seni sekaligus memberikan hiburan bagi masyarakat.

“Bahkan kedepan diharapkan ada kolaborasi dengan OPD lain seperti Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM, sehingga lapak-lapak yang ada di Tembiring terisi oleh produk-produk UMKM. Kemudian dibelanja masyarakat yang menghadiri TCF, dan bermuara pada menggeliatnya kembali perekonomian daerah pasca-pandemi corona,” ujar Endah Cahya Rini, yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Demak.

Sementara itu Kepala SD Negeri Bintoro 5 Demak H Kingkin Purwoko, yang turut hadir mendampingi siswa-siswi ya menampilkan Tari Runtik, menyambut positif adanya TCF yang dijadwalkan tetap setiap Minggu itu. Sebab inovasi program Dinas Pariwisata tersebut memberi kesempatan para pegiat seni termasuk sekolah-sekolah, untuk mengeksplor kreatifitas, minat  bakat pelajar dan menampilkannya di hadapan publik.

Tak terkecuali SD Negeri Bintoro 5, yang sejak lama memiliki Sanggar Seni Runtik. Yakni wadah kegiatan ekstra kurikuler tari bagi siswa-siswi kelas IV, V dan VI. Gayung bersambut, adanya TCF bagaikan kran air yang dibuka.

“Setelah dua tahun terbatasi PPKM covid-19, dapat tampil kembali langsung di panggung pertunjukan berikut massa penonton, adalah hal bermanfaat. Tak hanya menumbuhkan jiwa seni anak, namun sekaligus rasa percaya diri mereka, yang sangat berguna bagi para calon pemimpin bangsa,”  pungkas Kingkin Purwoko. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *