in

Eks Sekretaris Dinas Peternakan Blora yang Terjerat Korupsi Program Suntik Sapi segera Disidangkan

SEMARANG (jatengtoday.com) – Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah resmi melimpahkan berkas perkara korupsi yang menjerat mantan Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinakikan) Kabupaten Blora, Karsimin.

Pelimpahan dilakukan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang pada PN Semarang. Sehingga, kini kasusnya sudah tercacat sebagaimana Nomor Perkara: 5/Pid.Sus-TPK/2020/PN Smg.

Ketua PN Semarang Sutaji membenarkan pelimpahan tersebut. “Iya, sudah dilimpahkan kemarin. Selanjutnya akan segera kami tunjuk majelis pemeriksa perkaranya,” jelasnya saat dihubungi, Selasa (21/1/2020).

Untuk diketahui, Eks Sekretaris Dinakikan Blora sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyelewengan dana program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab) di Kabupaten Blora.

Upsus Siwab adalah salah satu program yang dicanangkan Kementerian Pertanian untuk mengakselerasi percepatan target pemenuhan populasi sapi potong dalam negeri.

Karsimin merupakan tersangka kedua yang ditetapkan dalam kasus tersebut. Yang pertama adalah eks Kepala Dinakikan Blora sekaligus Staf Ahli Bupati Blora Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Wahyu Agustini yang sekarang masih menjalani proses persidangan.

Baca juga: Korupsi Dana Pembuntingan Sapi, Eks Sekretaris Dinas Peternakan Blora Ditahan

Sebelumnya, Aspidsus Kejati Jateng I Ketut Sumedana menjelaskan, Karsimin disebut turut mengumpulkan sekaligus berinisiatif untuk melakukan pemotongan dana Upsus Siwab.

Yakni, pemotongan dana program Inseminasi Buatan, program Identifikasi, serta Program Pemeriksaan Kebuntingan dalam pelaksanaan program Upsus Siwab tahun 2017 dengan total anggaran Rp 2,23 miliar dan tahun 2018 kurang lebih Rp 347 juta.

Kemudian uang hasil pemotongan di luar dana operasional tersebut dibagikan ke beberapa orang.

Pihak Kejati Jateng mengaku terus memburu pihak-pihak yang turut terlibat. Informasi terakhir, sudah ada puluhan saksi yang dipanggil, termasuk Bupati Blora dan Sekda Blora.

Baca juga: Didakwa Selewengkan Program Kawin Suntik Sapi, Wahyu Agustini Klaim Hanya Masalah Perdata

Akibat perbuatannya, Karsimin didakwa melanggar pasar berlapis. Yakni Dakwaan Pertama Primer, Pasal 12 huruf Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP.

Dakwaan Pertama Subsider, Pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP.

Serta Dakwaan Kedua, Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP. (*)

 

editor: ricky fitriyanto

Baihaqi Annizar

in

Eks Sekretaris Dinas Peternakan Blora yang Terjerat Korupsi Program Suntik Sapi segera Disidangkan

SEMARANG (jatengtoday.com) – Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah resmi melimpahkan berkas perkara korupsi yang menjerat mantan Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinakikan) Kabupaten Blora, Karsimin.

Pelimpahan dilakukan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang pada PN Semarang. Sehingga, kini kasusnya sudah tercacat sebagaimana Nomor Perkara: 5/Pid.Sus-TPK/2020/PN Smg.

Ketua PN Semarang Sutaji membenarkan pelimpahan tersebut. “Iya, sudah dilimpahkan kemarin. Selanjutnya akan segera kami tunjuk majelis pemeriksa perkaranya,” jelasnya saat dihubungi, Selasa (21/1/2020).

Untuk diketahui, Eks Sekretaris Dinakikan Blora sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyelewengan dana program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab) di Kabupaten Blora.

Upsus Siwab adalah salah satu program yang dicanangkan Kementerian Pertanian untuk mengakselerasi percepatan target pemenuhan populasi sapi potong dalam negeri.

Karsimin merupakan tersangka kedua yang ditetapkan dalam kasus tersebut. Yang pertama adalah eks Kepala Dinakikan Blora sekaligus Staf Ahli Bupati Blora Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Wahyu Agustini yang sekarang masih menjalani proses persidangan.

Baca juga: Korupsi Dana Pembuntingan Sapi, Eks Sekretaris Dinas Peternakan Blora Ditahan

Sebelumnya, Aspidsus Kejati Jateng I Ketut Sumedana menjelaskan, Karsimin disebut turut mengumpulkan sekaligus berinisiatif untuk melakukan pemotongan dana Upsus Siwab.

Yakni, pemotongan dana program Inseminasi Buatan, program Identifikasi, serta Program Pemeriksaan Kebuntingan dalam pelaksanaan program Upsus Siwab tahun 2017 dengan total anggaran Rp 2,23 miliar dan tahun 2018 kurang lebih Rp 347 juta.

Kemudian uang hasil pemotongan di luar dana operasional tersebut dibagikan ke beberapa orang.

Pihak Kejati Jateng mengaku terus memburu pihak-pihak yang turut terlibat. Informasi terakhir, sudah ada puluhan saksi yang dipanggil, termasuk Bupati Blora dan Sekda Blora.

Baca juga: Didakwa Selewengkan Program Kawin Suntik Sapi, Wahyu Agustini Klaim Hanya Masalah Perdata

Akibat perbuatannya, Karsimin didakwa melanggar pasar berlapis. Yakni Dakwaan Pertama Primer, Pasal 12 huruf Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP.

Dakwaan Pertama Subsider, Pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP.

Serta Dakwaan Kedua, Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP. (*)

 

editor: ricky fitriyanto

Baihaqi Annizar