in

Curhatan Pegiat Twitter Tentang Kesan Pertama Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jateng

“Kami harus saling menjaga dan tidak mau dibilang sok keluarga gubernur, kami harus lebih santun.”

SEMARANG (jatengtoday.com) – Pegiat Twitter dari Semarang curhat tentang kesan pertamanya memandang Ganjar Pranowo. Curhatan itu diunggah di akun Twitter @prihati_utami, 6 September 2023.

Mantan wartawan ini memulai cerita saat momen pelantikan Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jateng periode pertam, 10 tahun silam. Waktu itu, dia meliput prosesi pelantikan gubernur di Gedung Berlian, Jalan Pahlawan, Kota Semarang. Awalnya, dia merasa Ganjar bakal jadi pejabar yang ‘gitu-gitu aja’.

Tapi kesan itu berubah. Bukan dari tingkah Ganjar, tapi justru karena sikap keluarganya. Dalam cuitan panjang itu, Prihati terkesan dengan sosok pria berjas hitam yang diketahui adalah kakak kandung Ganjar, Pambudi.

Kesan positif tumbuh saat Pambudi yang tidak diizinkan masuk ke ruangan pelantikan karena tidak membawa undangan. Bukan arogan karena merasa keluarga gubernur, pria berjas hitam itu rela menunggu di luar ruangan.

“Bapak itu pun nggak marah, hanya bilang “baik pak, boleh saya berhenti dan tunggu disini”. Petugas jaga akhirnya membawa bapak itu ke sudut ruangan dan si bapak tampak menghubungi seseorang,” tulisnya.

Karena penasaran, dia coba ngobrol dengan keluara Ganjar yang datang ke pelantikan. “Saya juga tadi sempat tidak boleh masuk gedung karena undangan dibawa istri dan sudah di dalam, saya juga mengalah tidak apa-apa. Akhirnya ada staf yang mengingatkan petugas jaga, saya sendiri malah yang tidak enak. Kami harus saling menjaga dan tidak mau dibilang sok keluarga gubernur, kami harus lebih santun,” ujar Pambudi ketika itu.

Dia pun bertemu dan terlibat obrolan hangat dengan ibu kandung Ganjar, Sri Suparni. Dari obrolan itu, dia makin paham mengenai pola didikan di keluarga Ganjar. Kegaumannya kepada Ganjar menjadi-jadi setelah melihat sepak terjang saat menjadi Gubernur Jawa Tengah.

“Setelah saya tahu banyak tentang Pak Ganjar, tak terhitung kisah-kisah yang saya alami ataupun mendapat cerita dari orang lain yang akhirnya membuat saya mengatakan ya, Pak Ganjar adalah pelayan masyarakat. Kedatangannya dinantikan, kerjanya beneran, bicaranya penuh kehangatan,” tutupnya. (*)

Ajie MH.