in

Obsesi Ganjar Bangun Minimal Satu Puskesmas di Setiap Kecamatan di Indonesia

JAKARTA (jatengtoday.com) – Kontestan nomor urut 3 di Pilpres 2024, Ganjar Pranowo menekankan tekadnya menjadi pelayan rakyat jika kelak menjadi Presiden RI.

Capres yang berpasangan dengan Mahfud MD itu menjanjikan konsistensi pikiran, ucapan, dan tindakan dalam penegakan hukum dan pemerintahan.

Menyampaikan paparan pada Debat Pertama Capres Pemilu 2024 di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa (12/12/2023) malam, Ganjar mengatakan dirinya dan Mahfud mengawali masa kampanye dari ujung barat dan timur Indonesia.

Ganjar memulai dari Merauke, sedangkan Mahfud mengawali dari Sabang. “Hanya ingin mendengarkan dan ingin melihat secara langsung apa yang disampaikan oleh rakyat, apa yang dirasakan oleh rakyat,” katanya.

Gubernur Jawa Tengah periode 2013-2018 dan 2018-2024 itu menginginkan pilpres yang digelar setiap lima tahun itu menjadi harapan bagi rakyat. “Harapan ini ada dan masuk dalam pikiran seorang pemimpin. Satunya pikiran, perkataan dan perbuatan. Ini sesuatu yang sungguh penting,” tuturnya.

Lebih lanjut Ganjar menyinggung pentingnya pemerataan akses kesehatan. Dia mencontohkan seorang pendeta di Merauke bernama Leo yang terpaksa menolong ibu melahirkan karena ketiadaan fasilitas kesehatan.

Menurut Ganjar, pendeta tersebut belajar tentang cara membantu persalinan dengan melihat YouTube.  Oleh karena itu, Ganjar berjanji kepada Penderta Leo.

“Kami sampaikan kepada Pendeta Leo, kami akan bangunkan itu (fasilitas kesehatan, red) dan kami akan kerahkan seluruh Indonesia bahwa satu desa, satu puskesmas atau nakes,” katanya.

Ganjar juga menceritakan soal Mahfud yang mengawali kampanye dari Sabang di Nangroe Aceh Darussalam. Di provinsi paling barat di Indonesia itu, Mahfud menemui para guru agama.

Menurut Ganjar, dirinya dan Mahfud ingin membangun sumber daya manusia (SDM) hebat dan unggul dengan memberikan perhatian lebih kepada para pendidik.

Ganjar menegaskan upaya untuk itu harus dilakukan lebih cepat. “Itulah, di sana kita memperhatikan nasib para guru, termasuk guru agama. Insentif kepada mereka kita berikan agar mereka bisa mengajarkan budi pekerti luhur dengan moderasi agama yang ada,” ucapnya.

Selain itu, Ganjar juga menceritakan safarinya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam dialog dengan anak-anak muda NTT, Ganjar menerima keluhan soal sulitnya akses, termasuk di bidang komunikasi, pendidikan, bahkan lapangan pekerjaan.

“Kenapa kemudian kami mendapatkan kesulitan akses internet padahal itu untuk belajar? Tidak sama dengan yang di Jawa,” kata Ganjar menirukan keluhan anak-anak muda NTT.

Oleh karena itu, Ganjar menjanjikan internet gratis bagi seluruh pelajar Indonesia. Dengan demikian, semua pelajar di Indonesia memiliki kesetaraan akses.

“Internet gratis untuk para siswa yang sedang bersekolah agar mereka punya kesamaan dengan mereka yang di Jawa ini,” tandasnya. (*)

Ajie MH.