in

Cak Nun Bagikan Doa Sebelum dan Saat Vaksin Covid-19, Begini Rumusnya

SEMARANG (jatengtoday.com) – Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa Cak Nun membagikan doa sebelum dan saat disuntik vaksin Covid-19. Doa tersebut dibagikan lewat kanal Youtube CakNun.com yang diunggah Selasa (19/1/2021).

Dalam video berdurasi sekitar 20 menit tersebut, Cak Nun membahas mengenai vaksin Covid-19 dengan dokter dan pakar kesehatan. Obrolan seputar vaksin tersebut berangkat dari kekhawatiran masyarakat mengenai vaksinasi.

“Ada yang khawatir, jangan-jangan ini adalah strategi pemusnahan nasional, sehingga semua yang divaksin akan musnah kemudian diganti bangsa yang baru,” ucap Cak Nun.

Baca: Cak Nun Blak-Blakan Bongkar Karut Marut Tata Negara Indonesia

Dikatakan, dalam Islam keragu-raguan atau kekhawatiran ini disebut subhat. Karena itu, butuh formula, saran, fatwa, atau rekomendasi dari pakar.

“Dan saya tidak bisa menjawab (soal vaksin) karena saya tidak ahli di bidang itu. Itu pertanyaan di bidang kedokteran dan saya bukan. Jadi saya tidak punya ekspertasi untuk menjawab itu,” jelasnya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa jika vaksin Sinovac yang akan digunakan di Indonesia halal. Itu diperkuat dengan hasil penelitian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menyebut Sinovac aman digunakan.

“Tinggal doanya ketika divaksin, Tuhan yang menentukan vaksin itu betul-betul melindungi Anda atau tidak. Karena kehendak Tuhan yang  menyembuhkan, terserah Dia,” tegasnya.

Baca: 25 Relawan Vaksin Terinfeksi Covid-19, Tim Riset Beberkan Penyebabnya

Meski begitu, masyarakat masih terbentur dengan pertanyaan baru. Kalau ikut vaksinasi, belum tentu terlindungi dari Covid-19 atau masih ada kemungkinan terinfeksi corona. Sementara kalau tidak ikut, juga masih bisa terhindar dari Covid-19.

Cak Nun mencoba merespon pertanyaan tersebut. “Rumusnya kan ikut (vaksin) tapi tetap bisa kena (Covid-19), tidak ikut, bisa tidak kena,” jelasnya.

“Saya membayangkan, kita ini kan manusia yang tidak bisa mandiri untuk menentukan dirinya sendiri. Bahkan tidak bisa menentukan detak jantung kita terus berdetak dan ada yang lebih berkuasa dari itu, yaitu Tuhan,” paparnya.

Baca: Ribuan Orang dari Lintas Agama Sinau Bersama Cak Nun dan Gamelan Kiai Kanjeng

Karena itu, bagi yang gamang mau ikut vaksinasi atau tidak, Cak Nun menyarankan, agar melibatkan Tuhan. Dengan begitu, kita tidak bergantung pada vaksin untuk terlindungi dari virus, tapi bergantung pada kehendak Tuhan.

“Tinggal doanya ketika divaksin, Tuhan yang menentukan vaksin itu betul-betul melindungi Anda atau tidak. Karena kehendak Tuhan yang  menyembuhkan, terserah Dia,” tegasnya.

“Jadi nomer satu sekarang adalah memperbaiki hubungan kita dengan Tuhan karena seluruh kepastian ada di Dia, tidak di kita,” lanjutnya.

Baca: Usai Disuntik Vaksin Covid-19, 8 Nakes di Jateng Rasakan Efek Samping Ini

Meski begitu, Cak Nun mengajak masyarakat untuk tetap berikhtiar. Ikhtiar manusia untuk melawan Covid-19 dengan vaksin perlu dihormati dan diapresiasi.

“Apalagi Presiden Jokowi sudah memberi contoh bersedia divaksin, dan itu harus dihargai,” tuturnya.

Cak Nun kemudian mengajak untuk melihat sejarah. Dia menceritakan ketika zaman Nabi Muhammad, ada umat yang membawa unta saat hendak beribadah di Masjid Nabawi.

Baca: Tak Hadiri Undangan Vaksinasi, Sejumlah Nakes Terancam Sanksi

“Ibarat orang dulu bawa unta ke Masjid Nabawi, terus dilepas tidak diikat di pohon. Kemudian Nabi menegur, kamu ikat unta dulu, baru ditawakalkan kepada Allah. Kalau tidak mengikat, berarti memperlakukan Allah sebagai buruhmu untuk menjaga untamu,” paparnya.

“Itu sama dengan vaksinasi ini. Jadi ketika Anda divaksin, bilang ya Allah, saya mohon dengan sangat bahwa vaksin ini akan memberi perlindungan apa pun yang dimasukkan ke tubuh saya, tapi engkau yang menentukan ini menjadi perlindungan hidupku dan keluargaku,” ucapnya mencontohkan doa saat disuntik vaksin.

Lebih lanjut, Cak Nun menyarankan, mau divaksin atau tidak, tetap harus ada ketergantungan atau korelasi timbal balik dengan Tuhan.

Baca: BPJS Kesehatan Gunakan Aplikasi P-Care Vaksinasi untuk Catat Pelayanan Vaksin

Cak Nun juga mencontohkan saat diberi obat oleh dokter. Kebetulan, dokter tersebut merupakan temannya.

“Saya dikasih obat dan saya minum semua obat yang dikasih. Nomer satu, pertimbangannya bukan soal medis obatnya apa karena saya tidak bisa mengukur. Bagaimana saya bisa menilai efektif atau tidak karena bukan ahli kesehatan,” ucapnya.

“Yang saya ambil dari obatnya adalah tangan ikhlas dokter yang menyayangi saya, bersimpati kepada kesehatan saya. Kemudian yang saya laporkan kepada Allah adalah bahwa ada teman yang mencintai saya sehingga ikut menjaga kesehatan saya, mohon dikabulkan. Jadi semua efektif karena Allah, bukan obatnya itu sendiri. Mungkin ini bedanya ilmu dengan iman,” paparnya.

Baca: Ada Kasus Flu Babi Afrika di Klaten, Bangkainya Dibuang di Sungai

Karena itu, Cak Nun menyarankan agar masyarakat tetap menerima vaksin, tapi dengan catatan, tetap tawakal kepada Tuhan.

“Saya tidak menolak, tidak mengecam, dan tidak mengkritik vaksin,” tandasnya. (*)

 

editor: ricky fitriyanto

Ajie MH.