in

Vaksinasi di Solo, Banyak Tenaga Kesehatan Tak Hadir

SOLO (jatengtoday.com) – Vaksinasi untuk para tenga kesehatan (nakes) yang dilakukan di Puskesmas Manahan Solo, Selasa (19/1/2021) berlangsung semrawut. Dari 15 nakes yang seharusnya dapat vaksin, hanya 8 nakes yang disuntik vaksin Covid-19.

Hal itu terjadi karena 7 nakes yang seharusnya mendapatkan vaksin, tidak bisa datang sesuai jadwal vaksinasi karena sedang bertugas.

Baca: 25 Relawan Vaksin Terinfeksi Covid-19, Tim Riset Beberkan Penyebabnya

Melihat kendala ini, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo yang kebetulan sedang meninjau pelaksanaan vaksinasi meminta Kemenkes memperbaiki sistem.

Salah satu usulannya adalah proses pendataan sementara menggunakan cara manual. Data-data penerima dari pusat, diserahkan secara manual untuk kemudian diverifikasi di daerah, kemudian diinput ke data pusat.

Baca: Usai Disuntik Vaksin Covid-19, 8 Nakes di Jateng Rasakan Efek Samping Ini

“Kita minta izin mendata manual saja, nanti kita yang ngalahi input ke pusat. Kalau sistem itu terbuka, kita bisa genjot lebih cepat lagi, tentunya harus tetap kredibel dan nakes menjadi prioritas,” jelasnya.

Jika data bisa diinput secara manual, ketika terjadi hal yang tidak sesuai di lapangan seperti nakes tidak bisa datang karena sedang bertugas, bisa langsung disesuaikan dengan cepat.

Baca: Vaksinasi 400 Tenaga Medis Tertunda, Ada yang Tak Hadir Tanpa Kejelasan

Misalnya seperti kasus di Puskesmas Manahan ini, jika dari 15 orang yang hadir hanya 8, maka bisa disesali dengan data selanjutnya.

“Sebenarnya, hitung-hitungan kita, umpama sistem itu boleh lebih dilonggarkan, ini teori dua hari selesai. Karena seluruh nakesnya mampu, seluruh kekuatannya ada. Tinggal ngatur jadwal kapan dilakukan,” tegasnya.

Baca: Tak Hadiri Undangan Vaksinasi, Sejumlah Nakes Terancam Sanksi

Vaksinasi Bisa Dipercepat

“Harus ada terobosan, karena sistem ini agak rigid. Praktiknya, yang sudah terdaftar di sistem, waktunya tidak bisa sesuai. Akhirnya seperti yang hari ini terjadi, hanya bisa 8 orang divaksin padahal sebenarnya bisa 15 orang,” jelasnya.

Baca: Bukan Nakes, 10 Tokoh di Semarang Ini akan Divaksin Pertama Kali

Dia berharap dalam waktu 2-3 hari ke depan, sudah ada perubahan-perubahan untuk mempercepat.

Untuk itu, pihaknya mendorong Kadinkes untuk terus melakukan upaya percepatan itu. Koordinasi dengan pemerintah pusat harus terus dilakukan, agar minimal target 50 tenaga kesehatan divaksin di puskesmas dan 200 di rumah sakit perhari, bisa segera terealisasi.

Baca: Vaksinasi Pertama untuk Nakes Agar Sistem Kesehatan Tak Lumpuh

“Dengan percepatan itu, maka target selesainya bisa lebih cepat di awal bulan depan,” tandasnya. (*)

 

editor: ricky fitriyanto

Ajie MH.