in

Bupati Semangati Guru Madin, Senantiasa Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalitas

Para pengelola madin diimbau selalu berbenah meningkatkan kualitas madrasah diniyah.

Bupati Demak dr Hj Eisti'anah saat menyampaikan pidato arahan pada acara pembinaan tenaga pendidik keagamaan non formal di Pendapa Satya Bhakti Praja. (istimewa)

DEMAK (jatengtoday.com) – Sumber daya manusia yang cerdas, mumpuni dan berakhlaq mulia, merupakan modal utama pembangunan daerah. Pada saat sama, keberadaan madrasah diniyah (madin) sangat dibutuhkan dalam melengkapi, memperkuat serta memperkaya materi pendidikan agama Islam yang dirasa kurang pada sekolah umum.

Sehubungan itu, peran ustadz dan ustadzah dalam mengarahkan para calon cendekiawan muda mengenal, mempelajari dan mengamalkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari sangat penting. Terlebih karena madin memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa yang berakhlaqul karimah.

 “Maka itu saya ucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada para ustadz dan ustadzah yang dengan tulus ikhlas mengabdi di madin, serta mendidik para generasi muda menjadi insan berbudi pekerti luhur dan berakhlakul karimah. Semoga lelah Panjenengan semua menjadi lillah,” kata bupati, pada acara Pembinaan Tenaga Pendidikan Keagamaan Non Formal, beberapa waktu lalu.

Disampaikan pula, agar 250 guru Madin yang hadir di Pendapa Satya Bhakti Praja Demak tetap bersemangat meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan, serta tak dengan meningkatkan kompetensi dan profesionalitas dengan pembelajaran yang berkualitas, demi terwujudnya santri-santri unggul dan berprestasi.

Selanjutnya Bupati Eisti’anah mengimbau para pengelola madin, selalu berbenah meningkatkan kualitas madrasah diniyah. Baik dalam aspek sumber daya manusia,  manajemen pengelolaan lembaga, guru, santri dan administrasi kegiatan belajar mengadi samping mengimbangi kemajuan tekhnologi informasi berbasis digital.

“Jangan pernah lelah menanamkan nilai moderasi beragama pada santri-santri. Doktrinasikan kepada mereka nilai Islam yang tawasuth (tidak ekstrim), tawazun (berimbang) dan Islam yang rahmatan lil alamin,” kata bupati.

Di sisi lain Kepala Bagian Kesra Setda Demak HM Muzazin mengatakan, kegiatan tersebut dimaksudkan mengembangkan potensi para pendidik keagamaan non formal. Sehingga mampu menjadikan anak didiknya beriman, berakhlak mulia, sehat, berilmu mandiri, sekaligus menjadi warga negara yang demokratis. Selaras dengan misi Bupati Demak nomor 1, tentang tata kelola pemerintah yang baik serta bermasyarakat yang agamais dan kondusif. Turut hadir memberikan materi tentang pembinaan akhlak FKDT Jateng KH Ahmad Sururi. (*)

Ajie MH.