in

Bendung Karet Banjir Kanal Barat Libatkan Arsitek Lanskap Putra Daerah

SEMARANG (jatengtoday.com) – Setelah dilakukan normalisasi beberapa waktu lalu, Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) hingga sekarang masih dalam proses pembangunan. Salah satunya adalah proyek Bendung Karet.

Bendungan ini berfungsi sebagai penahan intrusi air laut dan menjaga debit air, serta mendorong flashing sedimen sungai. Nantinya juga akan dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi dan wisata air.

Landscape dari Bendung Simongan hingga Bendung Karet nantinya terintegrasi. Termasuk terintegrasi dengan rencana pembangunan Pemkot Semarang, yakni proyek air mancur Brigde Fountain di jembatan BKB Semarang.

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana selaku pihak yang menangani pembangunan Bendung Karet tersebut mengklaim progres percepatan pembangunan melebihi target.

“Sudah melebihi progres, target awalnya akhir 2019 selesai. Ini malah Januari 2019 diperkirakan sudah selesai. Prosentase progres saat ini mencapai 55 persen,” kata Kepala BBWS Pemali Juana, Ruhban Ruzziatno, Rabu (10/10/2018).

Sehingga proyek yang menelan biaya kurang lebih Rp 147,24 miliar dan dikerjakan oleh kontraktor PT Adhi Karya dan Minarta ini diperkirakan selesai lebih cepat. “Saat ini, ada pemasangan empat karet span Bendung Karet di Banjir Kanal Barat. Separuhnya sudah terpasang. Tes kering dan tes basah sudah dilakukan. Ini sekarang baru memancang separuh. Oktober nanti karetnya datang lagi,” katanya.

Karet bendung didatangkan dari Amerika Serikat dilengkapi dengan teknologi untuk menaikkan dan menurunkan muka air lebih cepat. Bendung karet ini juga dilengkapi panel baja sehingga bisa berumur cukup lama dan dapat dioperasikan sesuai kebutuhan atau elevasi muka air.

Hal yang membanggakan, lanjut Ruhban, proyek Bendung Karet BKB ini melibatkan arsitek lanskap terkenal asli putra daerah. “Pak Menteri (PUPR) menekankan landscape-nya dipikirkan betul, tidak mau yang ecek-ecek. Kami pakai landscaper terkenal asli putra daerah, Andi Siswanto,” katanya.

Dijelaskan, lanskap tersebut didesain terintegrasi mulai dari Bendung Simongan hingga Bendung Karet. “Nantinya semua terintegrasi, sehingga lanskap Banjir Kanal Barat akan sangat indah,” imbuhnya.

Teknologi Bendung Karet di Jawa Tengah ada dua, yakni di Solo dan BKB. Bendung Karet BKB terletak kurang lebih 100 meter dari hulu, sebelum jembatan ringroad utara, atau depan Gereja Katolik Hati Kudus Tanah Mas, Jalan Kokrosono.

“Tapi kelihatannya pekerjaannya lebih bagus di sini daripada di Solo. Ada tingkat toleransi kebocoran di belakang bendung. Per-tinggi satu meter kebocorannya 1 liter. Ini terbilang cukup bagus,” katanya.

Pada musim hujan, lanjutnya, air yang masuk di Sungai BKB akan ditahan bendung tersebut. Saat ketinggian air mencapai elevasi 2,5 meter, maka air langsung didorong oleh karet bendungan ke hilir sungai dan masuk ke laut. Sementara pada musim kemarau bendung karet sepanjang 155,5 meter tersebut juga berfungsi sebagai long storage yang dapat menampung sekitar 700.000 m3 air. (*)

editor : ricky fitriyanto