in

Pembangunan Bridge Fountain Banjir Kanal Barat Proyek Pertama di Indonesia

SEMARANG (jatengtoday.com) – Satu lagi pembangunan di Kota Semarang siap dimulai. Pembangunan tersebut adalah proyek air mancur Bridge Fountain Banjir Kanal Barat (BKB) Semarang.

BKB digadang-gadang bakal disulap menjadi Bridge Fountain atau jembatan air mancur, seperti Banpo Bridge Fountain yang terkenal dengan Moonlight Rainbow di Korea Selatan.

Saat ini, proyek tersebut telah dilakukan persiapan awal untuk segera dimulai pembangunan. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengucurkan dana Rp 17 miliar untuk menyulap area sepanjang jembatan BKB tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Iswar Aminudin, mengatakan saat ini telah memasuki tahap awal pembangunan. “Ini sebagai salah satu upaya Pemkot untuk mempercantik Banjir Kanal Barat menjadi salah satu destinasi wisata air,” katanya, Jumat (7/9/2018).

Dikatakannya, BKB memiliki potensi menarik untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata, terutama wisata air. “Begitu keluar dari Bandara Ahmad Yani melewati Madukoro, pengguna bandara melintasi wilayah BKB,” katanya.

Ia mengaku serius menggarap wilayah ini untuk dijadikan destinasi wisata air. Dana yang dikucurkan untuk pembangunan ini senilai Rp 17 miliar. Saat ini telah ditetapkan pemenang lelang. “Pengerjaan tahap awal mulai bulan Agustus 2018. Diperkirakan membutuhkan waktu empat bulan,” katanya.

Artinya, akhir tahun ini proses uji coba jembatan air mancur tersebut bisa dilakukan. Saat ini telah dimulai kegiatan pembangunan fisik dengan melibatkan alat berat. “Nantinya ada tiga air mancur yang ditempatkan di sisi kiri dan kanan jembatan. Satu lagi di tengah di antara dua jembatan,” terang Iswar.

Konsepnya, air disedot menggunakan pompa, kemudian disemprotkan dari kanan kiri jembatan ke arah sungai. Air mancur tersebut bergerak- gerak mengikuti pola koreografi yang telah didesain.

“Sedikitnya akan ada 10 koreografi gerakan air yang dilengkapi dengan lampu warna warni,” katanya.

Air mancur tersebut dihidupkan malam dan siang hari pada jam tertentu. Komponen proyek tersebut didatangkan dari Korea. “Kami sangat berhati-hati memilih kontraktor. Pembuatan water fountain ini merupakan proyek pertama kali dibangun di Indonesia,” katanya.

Selain itu, anggarannya terbilang besar. Secara teknis dari pompa, nozel dan peralatan lainnya, tidak bisa merinci secara detail. Sehingga kemudian perlu rekanan yang mumpuni. “Pemenang lelang kontraktor dari Jawa Barat yang kami nilai berkompeten karena pernah memiliki pengalaman mengerjakan pembangunan serupa di Abu Dhabi,” katanya. (*)

editor : ricky fitriyanto