in

Bawaslu Copot Paksa Ribuan Alat Peraga Kampanye di Kota Semarang

Total ada 1.241 alat peraga kampanye yang berhasil ditertibkan

Petugas menertibkan alat peraga kampanye yang melanggar aturan di flyover Jatingaleh. (istimewa)
Petugas menertibkan alat peraga kampanye yang melanggar aturan di flyover Jatingaleh. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Bawaslu Kota Semarang mengoordinasikan penertiban alat peraga kampanye yang melanggar aturan. Sebagian besar melanggar karena terpasang di area flyover atau jembatan layang Jatingaleh, Kota Semarang.

Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman mengatakan, total ada 1.241 alat peraga kampanye yang berhasil ditertibkan oleh tim gabungan dari panwascam hingga aparat kepolisian pada Kamis (29/12/2023).

Alat peraga kampanye yang terpasang tak sesuai aturan tersebut paling banyak berasal dari Partai Gerindra sebanyak 345 buah dan dari Partai Solidaritas Indonesia sebanyak 300 buah.

Kemudian ada pula alat peraga kampanye milik PDI P sebanyak 151 buah, PKS sebanyak 97 buah, Golkar sebanyak 101 buah, dan Partai Gelora sebanyak 96 buah.

“Kami mengimbau kepada parpol untuk tidak lagi mengulangi pemasangan bendera parpol di area Flyover Jatingaleh,” ujar Arief.

Pemasangan di flyover, kata dia, selain mengganggu keindahan kota juga berpotensi membahayakan pengguna jalan. Bila tongkat atau tiang jatuh melintang ke jalan bisa mengakibatkan kecelakaan lalu lintas mengingat area tersebut padat kendaraan.

Arief menerangkan, hasil penertiban alat peraga kampanye yang melanggar aturan ia simpan di gudang penyimpanan kecamatan. Untuk pengambilan barang, partai politik dapat menghubungi panwaslu setempat.

Dia berharap penertiban ini akan menjadi pengingat untuk seluruh peserta pemilu agar melakukan kampanye secara tertib dan menaati ketentuan yang berlaku. Termasuk bersedia menertibkan secara mandiri bila mendapatkan imbauan dari Bawaslu Kota Semarang bila pemasangannya melanggar. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar