in

Bawaslu Telusuri Dugaan Pelanggaran Politik Uang di Kota Semarang

Pelanggaran politik uang diduga terjadi di dua kecamatan di Kota Semarang.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang Arief Rahman. (istimewa)
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang Arief Rahman. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang mencatat adanya dugaan pelanggaran politik uang selama masa tenang Pemilu pada 11–13 Februari 2024. Dugaan pelanggaran tersebut berasal dari temuan jajaran pengawas di tingkat kecamatan di Kota Semarang.

Ketua Bawaslu Kota Semarang Arief Rahman menyampaikan dugaan pelanggaran politik uang pada masa tenang terjadi sehari jelang pelaksanaan pemungutan suara. Pelanggaran politik uang diduga terjadi di dua kecamatan di Kota Semarang.

“Tim Bawaslu Kota Semarang langsung turun bersama Panwaslu kecamatan untuk melakukan penelusuran terhadap kegiatan membagikan uang pada masa tenang,” kata Arief, Selasa (20/2/2024).

Arief menceritakan pada saat terjadinya dugaan pelanggaran politik uang, tim pengawas tiba di lokasi dan mengumpulkan barang bukti dan saksi. Atas temuan tersebut, Bawaslu akan menggelar rapat pleno untuk memutuskan tindak lanjut temuan.

“Kita akan naikan ke tingkat pleno terlebih dahulu dan melanjutkan ke Sentra Gakkumdu Kota Semarang,” ungkap Arief.

Lebih lanjut, Arief menegaskan Bawaslu Kota Semarang telah melakukan pencegahan kepada peserta Pemilu 2024 terkait larangan selama masa tenang. Hal itu untuk mencegah terjadinya praktik politik uang di wilayahnya seperti tertuang dalam Undang Undang 7 Tahun 2017 Pasal 101.

Arief menambahkan rapat bersama Sentra Gakkumdu juga akan membahas mengenai pasal pengenaan hukum dan sanksi yang akan diberikan kepada pelaku politik uang. Dengan adanya kejadian tersebut, Arief meminta kepada seluruh peserta pemilu untuk tetap mentaati aturan hukum yang berlaku. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar