in

Bangkit Setelah Terpuruk Pandemi, Empat Sektor Ekonomi Kreatif Dikolaborasikan

SEMARANG (jatengtoday.com) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang menggelar Fashion Show Virtual Giant Screen, Rabu, (25/11/2020). Perhelatan ini melibatkan belasan desainer ternama di Kota Semarang maupun Indonesia dengan mengolaborasikan empat sektor ekonomi kreatif yakni fashion, videografi, fotografi, dan seni pertunjukan.

Perhetalan tersebut berpusat di Samrock Ballroom MG Setos Semarang, dengan disiarkan langsung melalui channel YouTube Disbudpar Kota Semarang. Sejumlah desainer yang terlibat di antaranya Gregorius Vici, Bramanta Wijaya, Blangkonde, Agied Derta, Baliem Wibowo, Olif, Hesti Zube, Nova Nugroho, Risa Maharani, Heriyenti, Andar Yusri, Tedjo Laksono, dan Aditya Mudo.

“Kegiatan bertajuk Semarang Motion Energi Show 2020 ini menjadi kelanjutan dari hasil bimbingan teknis ekonomi kreatif yang kami gelar. Setelah peserta belajar, langsung mempraktikkan membuat event. Sehingga peserta bisa melihat, merasakan, dan terlibat secara langsung,” kata Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari.

Dia mengapresiasi kreativitas para pelaku ekonomi kreatif di Kota Semarang.

Proses pertunjukan dalam kegiatan tersebut, lanjut Indriyasari, digelar dengan menerapkan protokol kesehatan. “Selain itu, sebagaimana konsep virtual, pertunjukan disiarkan langsung secara daring. Sehingga bisa disaksikan oleh masyarakat luas di mana saja. Kami berharap, sektor ekonomi kreatif di Kota Semarang bisa kembali bangkit setelah selama ini terpuruk akibat pandemi,” imbuhnya.

Ketua Indonesian Fashion Chamber Semarang, Ina Priyono mengatakan, kegiatan fashion show virtual ini pertama kali diselenggarakan di Jawa Tengah. Hal yang menarik adalah adanya kolaborasi empat sektor.

“Saya yakin, ini menjadi tanda kebangkitan fashion di Kota Semarang. Sejak pandemi melanda, beberapa bulan terakhir dunia fashion cukup sepi,” katanya.

Desainer yang produknya telah mendunia itu berharap gelaran fashion show seperti ini dilakukan secara berkala. “Sehingga Kota Semarang menjadi kota fashion yang mewadahi karya para desainer,” ungkapnya. (*)

 

 

editor: ricky fitriyanto

 

Abdul Mughis