in

Aniaya Junior, 10 Siswa SMK Akpelni Semarang Ditangkap Polisi

Dari pengakuan para pelaku total ada 140 tamparan kepada korban.

Polisi menunjukkan para siswa SMK Pelayaran Akpelni Semarang yang diduga menganiaya adik kelasnya saat konferensi pers, di Semarang, Rabu (5/1/2022). (antara/i.c.senjaya)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Sepuluh siswa SMK Pelayaran Akpelni Semarang ditangkap polisi karena diduga menganiaya juniornya berinisial KHM (17). Mereka dibawa ke Polrestabes Semarang untuk menjalani pemeriksaan.

Kepala Polrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar mengatakan, penganiayaan terhadap KHM (17) itu terjadi pada 28 Desember 2021. Penganiayaan tersebut, kata dia, terjadi di tempat indekos salah seorang siswa senior itu.

Siswa kelas 11 itu dianiaya para seniornya dari kelas 12 dengan cara ditampar. “Dari pengakuan para pelaku total ada 140 tamparan kepada korban,” kata Irwan Anwar, Rabu (5/1/2022).

Sementara dari keterangan para pelaku, penganiayaan itu bermula dari perbuatan KHM yang diduga memukul salah seorang rekan para pelaku. Para pelaku yang tidak terima kemudian memanggil dia yang selanjutnya terjadi penganiayaan itu.

Atas perbuatannya, para pelaku selanjutnya dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan. Meski telah masuk ke ranah hukum, Anwar menyebut masih ada peluang perkara itu diselesaikan secara damai melalui mediasi kedua belah pihak. (ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *