in

5 Daerah Masih Tertutup Soal Informasi Publik

SEMARANG – Lima dareh di Jateng dinilai belum terbuka soal informasi publik. Yakni Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Demak. Kelima daerah tersebut punya rapor merah soal tata kelola dan transparansi publik selama tiga tahun berturut-turut.

Komisioner Komisi Informasi Provinsi (KIP) Jateng, Handoko Agung membeberkan, ada kepala daerah yang berjanji bakal menggenjot transparansi publik saat kampanye. “Tapi ketika sudah jadi kepala daerah, itu tidak dilakukan. Malah rapornya merah semua soal keterbukaan informasi publik. Ini yang sangat disayangkan,” terangnya dalam Monitoring dan Evaluasi Badan Publik 2015-2017 di kantor KIP Jateng, Rabu (27/12/2017).

Wakil Ketua KIP Jateng, Nur Fuad menambahkan, kesadaran kepala daerah dalam memberikan pelayanan informasi masih tergolong rendah. Mereka masih apatis jika tidak ada masyarakat yang meminta informasi. “Itu penilaian selama tiga tahun ini yang dilakukan Komisi Informasi Jateng. Pejabat pemerintahan di daerah tersebut tidak memberikan contoh yang baik dan tidak transparan,” jelasnya.

Fuad pun mengimbau kepada pemerintah di daerah tersebut untuk menguatkan kelembagaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Selain itu, perlu juga penguatan sistem informasi di daerah sekaligus pengisian Daftar Informasi Publik yang bisa membantu sistemisasi pelayanan dan tata kelola informasi publik.

Sementara itu, Komisioner Komisi Informasi Pusat, Amirudin justru mengapresiasi upaya pemkab/pemkot dan pemprov karena sudah punya pejabat pengelola informasi publik. Terbukti, mereka punya website resmi meski tidak setiap hari di-update.

“Website hampir semua sudah memenuhi standar UU KIP. Layanan informasi sudah berjalan. Sayang, penyediaan informasi tidak disediakan setiap saat. Hanya pas ada permintaa saja, baru diberikan,” tuturnya.

Dia pun menyinggung mengenai kasus sengketa informasi. Sepanjang 2017 ini, hanya ada 13 sengketa saja. Angka itu tergolong kecil. “Ini menunjukkan bahwa kebutuhan informasi sudah teratasi dengan sistem yang diinformasikan PPID,” imbuhnya. (ajie mh)

Editor: Ismu Puruhito