in

460 Pedagang Barito ‘Boyongan Simbolis’, Realisasinya Tunggu Kios Relokasi Selesai

SEMARANG (jatengtoday.com) – Sebanyak 460 pedagang Barito di wilayah Kelurahan Karangtempel Semarang Timur secara simbolis boyongan ke relokasi Tahap II kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) mulai Kamis (29/11/2018).

Sesuai perjanjian, para pedagang akan boyongan sendiri dan menata barang dagangannya ke tempat relokasi yang baru. “Rencananya akan didampingi Pak Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, Rabu (28/11/2018).

Dikatakannya, 460 pedagang ini menyusul setelah pedagang Barito lain yang telah pindah terlebih dahulu ke Pasar Klithikan Penggaron. “Pemindahan ini dilakukan prosesi secara simbolis. Selanjutnya, pada Senin pekan depan dilakukan pemindahan secara bertahap. Mereka akan ‘usung-usung’ sendiri,” katanya.

Pembangunan kios di area MAJT tahap II dilakukan swadaya murni oleh para pedagang Barito. Progres pembangunannya saat ini mencapai 80 persen. Ditargetkan, relokasi pedagang Barito ke area MAJT ini bisa tuntas Desember minggu ketiga.

“Sehingga mereka bisa konsentrasi mencari rezeki di tempat baru. Dari jumlah 460 pedagang, terdapat 465 kios yang dibangun secara swadaya,” katanya.

Pihaknya saat ini juga masih proses penyelesaian pemotongan pohon di sepanjang Jalan Barito. Pemotongan pohon ini membutuhkan waktu cukup lama karena jumlahnya mencapai 140 pohon besar. “Setiap hari hanya mampu menyelesaikan tiga pohon. Saat ini masih menyisakan 25 pohon yang belum dipotong. Kurang lebih butuh sepekan ke depan untuk menyelesaikan,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pedagang, Sarmad (57) mengatakan meski pemindahan secara simbolis dilakukan pada Kamis, namun ia memperkirakan realisasi pindah masih lama. “Kenyataannya kios untuk pedagang Barito di MAJT belum selesai. Kami menunggu pembangunan kios di sana selesai terlebih dahulu. Perkiraan pertengahan Desember baru selesai,” katanya. (*)

editor : ricky fitriyanto