UNGARAN (jatengtoday.com) – Penguasaan skill digital kini menjadi kebutuhan utama bagi seluruh civitas akademika, baik mahasiswa maupun dosen. Hal ini seiring pesatnya perkembangan teknologi yang menuntut kemampuan adaptasi di dunia pendidikan dan industri digital.
Hal tersebut disampaikan oleh Nina Agustin saat menjadi pembicara dalam workshop bertajuk Penguatan Skill Digital melalui Pemahaman Affiliate Marketing di Universitas Ngudi Waluyo (UNW), Kabupaten Semarang, Kamis (30/4/2026).
Menurut Nina, skill digital bukan lagi pilihan, melainkan tuntutan zaman yang harus dikuasai semua pihak. Tanpa kemampuan tersebut, individu berisiko tertinggal dalam arus transformasi digital yang semakin cepat.
“Affiliate marketing membuka peluang luas bagi siapa saja untuk mulai terjun ke dunia digital tanpa harus memiliki produk sendiri,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam meningkatkan literasi serta keterampilan digital di lingkungan kampus. Workshop ini, lanjutnya, bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai peluang dan strategi affiliate marketing yang kini menjadi salah satu tren dalam bisnis digital.
Sementara itu, Direktur NA Digital Tren, Carrisa Salwa Salsabila, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen dalam mengembangkan talenta digital di lingkungan akademik.
Menurutnya, peningkatan kompetensi tidak hanya menyasar mahasiswa, tetapi juga dosen sebagai penggerak utama proses pembelajaran.
“Ilmu yang diperoleh harus dapat ditransfer kembali dalam proses pembelajaran di kelas,” jelasnya.
Dalam sesi materi, narasumber Alloi memaparkan berbagai aspek penting affiliate marketing, mulai dari konsep dasar, strategi pembuatan konten yang efektif, pemilihan platform digital, hingga teknik meningkatkan engagement dan konversi.
Ia berharap peserta, baik mahasiswa maupun dosen, mampu meningkatkan kompetensi digital serta memanfaatkan peluang di era teknologi secara optimal.
Workshop ini dinilai menjadi langkah strategis dalam mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus memperkuat kesiapan sumber daya manusia menghadapi ekonomi digital. (*)
