SEMARANG (jatengtoday.com) – Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Kanjengan Johar, Kota Semarang, Rabu (29/4) malam hingga Kamis (30/4) dini hari. Peristiwa ini menghanguskan ratusan lapak pedagang kaki lima (PKL) di Blok C serta deretan ruko di Blok F.
Pemerintah Kota atau Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat melakukan penanganan darurat melalui koordinasi lintas instansi. Api yang sempat menjalar cepat di kawasan perdagangan padat akhirnya berhasil dipadamkan setelah upaya intensif selama beberapa jam.
Data sementara mencatat sekitar 468 unit lapak dan ruko terdampak langsung, terdiri dari ratusan PKL dan puluhan ruko. Besarnya dampak kebakaran membuat aktivitas perdagangan di kawasan tersebut lumpuh sementara.
Pemadaman Libatkan Puluhan Armada dan 90 Personel
Proses pemadaman dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan unsur terkait lainnya. Total personel gabungan yang diterjunkan mencapai sekitar 90 orang.
Puluhan armada pemadam dikerahkan untuk menjinakkan api. Sumber air diperoleh dari hydrant kota, tangki PDAM, serta tambahan suplai dari kawasan sekitar Kota Lama Semarang guna mempercepat proses pemadaman.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, menyatakan bahwa penanganan dilakukan secara terpadu sejak api mulai menjalar.
“Proses pemadaman dan pendinginan telah dilaksanakan hingga dipastikan tidak ada titik api yang berpotensi menyala kembali,” ujarnya, Kamis (30/4).
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses investigasi oleh pihak kepolisian bersama instansi terkait. Pemerintah Kota Semarang juga melakukan penyelidikan internal untuk mendukung pengumpulan data di lapangan.
Evakuasi pedagang dan penghuni kios dilakukan secara mandiri dengan bantuan warga sekitar saat api mulai membesar. Meski sempat menimbulkan kepanikan, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kerugian Miliaran Rupiah, Relokasi Pedagang Disiapkan
Kerugian akibat kebakaran masih dalam tahap pendataan. Namun estimasi sementara mencapai sekitar Rp3,5 miliar, dengan sebagian aset pedagang yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp5 miliar.
Sebagai langkah pemulihan, Pemkot Semarang telah menyiapkan skema relokasi sementara bagi pedagang terdampak. Lokasi relokasi disiapkan di area pasar yang mampu menampung sekitar 100 hingga 150 pedagang, serta opsi tambahan di gedung pasar baru.
“Relokasi pedagang menjadi prioritas agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat segera berjalan kembali,” tambah Aniceto.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Sih Rianung, memastikan bahwa proses pemadaman berlangsung sekitar lima jam hingga api benar-benar terkendali.
“Tidak ditemukan lagi titik api aktif setelah dilakukan pendinginan menyeluruh di seluruh area terdampak,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya sistem keamanan dan mitigasi kebakaran di kawasan pasar tradisional yang padat aktivitas, guna meminimalisir risiko serupa di masa mendatang. (*)
