in

Wih, Bakal Dibangun Eskalator di Pedestrian dan Jembatan Kaca di Semarang

SEMARANG (jatengtoday.com) – Para pejalan kaki di Jalan Pemuda Kota Semarang nantinya bisa ‘jeng-jeng’ tanpa harus capek. Sebab, trotoar di sepanjang jalur tersebut bakal dilengkapi eskalator pedestrian. Nantinya pejalan kaki bisa nyantai di atas eskalator, berjalan seperti di mal.

Tepatnya pedestrian di depan Lawang Sewu menuju Mal Paragon. Tidak hanya itu, di daerah Gunungpati bakal dibangun jembatan kaca yang memunculkan sensasi seperti berjalan di atas ketinggian.

Rencana itu telah dibocorkan oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. “Ada yang unik, yang akan kami kembangkan. Tapi belum bisa kami bangun tahun ini. Apa itu? Yaitu eskalator yang kami tempatkan di pedestarian. Jalurnya dari Lawang Sewu menuju ke Paragon, Jalan Pemuda,’’ kata Hendrar Prihadi, belum lama ini.

Ditargetkan paling lambat tahun 2020 pembangunan eskalator ini sudah bisa dilakukan. Kendati begitu, Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi enggan menjelaskan lebih rinci. “Saat ini rencana pembangunan baru masuk tahap detail engineering design (DED). Saya enggak mau cerita dulu,” katanya.

Namun Hendi berjanji paling lambat 2020, rencana pembangunan tersebut dikerjakan. “Kalau capek, di trotoar ada eskalatornya. Bisa jalan sendiri,” katanya.

Termasuk inovasi jembatan kaca direncanakan akan dibangun di daerah Gunungpati. Begitupun pembangunan lain yang saat ini sedang proses penyiapan diantaranya pembangunan Light Rail Transit (LRT), Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dan sejumlah pembangunan infrastruktur lain.

“LRT saat ini sedang tahap pematangan. Kegiatan ini akan ditawarkan kerjasama pemerintah dengan badan usaha. Tinggal menunggu waktu saja proses lelang. Sesegera mungkinlah. Mudah-mudahan tahun ini bisa dilaksanakan. Semua investor boleh menawar,” katanya.

Termasuk PLTSa, targetnya tahun ini mulai dikerjakan. “Sudah ditunjuk konsultan pendonor dari Australia dan Bapenas. Kemudian mereka akan bekerja sampai Maret. Dari hasil kajian tersebut, kemudian akan menjadi dasar untuk lelang 2019,” katanya. (*)

editor : ricky fitriyanto

Abdul Mughis