in

Wali Kota : Saya Rasa Anak Asuh Belum Siap Jika Lokalisasi Sunan Kuning Ditutup

SEMARANG (jatengtoday.com) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, anak asuh banyak yang belum siap jika Resosialisasi Argorejo atau yang biasa disebut Lokalisasi Sunan Kuning ditutup pada Agustus 2019 ini.

Hal tersebut diungkapkan Hendi-sapaan akrab Hendrar Prihadi seusai menghadiri bedah buku di balai resos, Rabu (7/8/2019). Dalam kesempatan itu, ia sempat berdialog dengan para Wanita Pekerja Seks (WPS) atau anak asuh.

“Yang saya rasakan, anak asuh ini belum siap untuk diambil keputusan bahwa resos atau lokalisasi ini harus segera ditutup. Mereka merasa masih happy di tempat sekarang ini,” ujarnya.

Namun Hendi menegaskan, setiap kebijakan pasti ada plus-minusnya. Sehingga, perdebatan mengenai apakah akan ditutup atau tidak sudah tidak perlu lagi. “Sudah saatnya kita semua menutup lembaran buku Lokalisasi Sunan Kuning,” tegasnya.

Menurutnya, langkah tersebut mendesak dilakukan bukan karena Pemkot Semarang tidak suka terhadap keberadaan para WPS. Namun, ada berbagai hal yang menjadi pertimbangan.

Dikatakan bahwa Kementerian Sosial RI telah mewajibkan seluruh daerah untuk menutup semua lokalisasi. Dan diberi tenggat waktu maksimal tahun 2019 ini. Oleh karenanya, mau tidak mau, Pemkot Semarang harus melaksanakan perintah tersebut.

“Kami nggak pengen Semarang menjadi salah satu kota yang dicemooh karena tidak mampu mengikuti kebijakan kota-kota lainnya,” jelas Hendi.

Ia juga menginginkan agar penghuni resos memiliki mindset bahwa mencari rezeki dalam dunia prostitusi adalah hal yang tidak baik. Bagaimana pun, tidak ada kaidah yang membenarkan praktik prostitusi.

“Masa nyari rezeki dengan jualan diri. Di mana-mana, nggak diperbolehkan. Baik dari sudut kaidah agama, kesehatan, atau etika logika yang berkembang di masyarakat, nggak boleh itu,” tegasnya.

Disamping itu, Pemkot mendukung para penghuni resos maupun masyarakat sekitar untuk mencari pekerjaan yang lebih baik setelah penutupan Sunan Kuning. “Dalam waktu yang singkat menuju eksekusi penutupan, kami ingin mengupayakan hal yang terbaik,” tandas Hendi. (*)

editor : ricky fitriyanto