in

Vaksinasi Booster Dimulai Hari Ini, Bagaimana Cara Dapatnya?

Pastikan untuk tidak menggunakan NIK dan nomor handphone milik orang lain saat mendaftar vaksinasi booster.

Seorang warga membuka aplikasi PeduliLindungi pada gawai miliknya di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (14/1/2021). (antara foto/zabur karuru)

JAKARTA (jatengtoday.com) – Pemerintah akan memberikan vaksinasi penguat (booster) kepada masyarakat mulai hari ini, Rabu (12/1/2022). Kelompok prioritas penerima vaksin booster atau dosis penguat antibodi dapat mengecek tiket dan jadwal vaksinasi di website dan aplikasi PeduliLindungi.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, alasan pemberian vaksin dosis ketiga tersebut di antaranya kecenderungan penurunan jumlah antibodi sejak enam bulan setelah vaksinasi dan di tengah kemunculan varian Covid-19 baru termasuk Omicron.

Baca Juga: Badan POM Terbitkan Izin Darurat Lima Vaksin Booster

Wiku mengatakan berdasarkan studi yang dilakukan tahun 2021, efektifitas empat vaksin yang mendapat izin penggunaan darurat daru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengalami penurunan efektivitas sebesar 8 persen dalam 6 bulan terakhir pada seluruh kelompok umur dalam kurun waktu yang sama.

Sedangkan pada orang dengan usia 50 tahun ke atas, terjadi penurunan efektivitas vaksin sebesar 10 persen, dan 32 persen untuk mencegah kemunculan gejala.

Hal yang kedua sebagai bentuk adaptasi masyarakat hidup dalam pandemi Covid-19, demi ketenangan kesehatan masyarakat jangka panjang

Kemudian ketiga guna memenuhi hak setiap orang Indonesia untuk mengakses vaksinasi, demi perlindungan diri dan komunitas.

“Nantinya vaksin penguat akan diberikan secara gratis, dengan beberapa skema pemberian oleh pemerintah atau mitra badan hukum, atau badan usaha vaksin,” ujar Wiku, Selasa (11/1).

Vaksin penguat akan lebih dahulu diberikan pada kabupaten kota dengan cakupan 70 persen dosis pertama, dan cakupan 60 persen dosis kedua sebagai acuan percepatan vaksinasi.

Faskes Pemerintah

Sementara, Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan, jadwal dan tiket vaksinasi booster gratis bisa dilihat aplikasi di PeduliLindungi.

Nadia mengatakan pemerintah akan memulai program vaksinasi booster untuk masyarakat umum pada Rabu (12/1) di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah seperti Puskesmas, rumah sakit pusat dan rumah sakit umum daerah.

Baca Juga:BoBoiBoy Semangati Anak-anak di Karimunjawa agar Tak Takut Divaksin

Vaksin booster diberikan secara gratis untuk seluruh masyarakat Indonesia serta diperuntukkan bagi yang berusia 18 tahun ke atas dan telah menerima vaksin dosis kedua dalam jangka waktu minimal enam bulan.

Menurut Nadia kelompok prioritas penerima vaksin booster adalah orang lanjut usia (lansia) dan kelompok rentan yang terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

Riwayat Vaksin

Jenis vaksin ketiga yang diberikan akan ditentukan oleh petugas kesehatan berdasarkan riwayat vaksinasi dosis 1 dan 2 yang diterima dan sesuai ketersediaan vaksin di tempat layanan.

Nadia mengatakan tiket tersebut dapat digunakan di fasilitas kesehatan atau tempat vaksinasi terdekat pada waktu yang sudah ditentukan.

Berdasarkan panduan yang dipublikasikan melalui laman www.sehatnegeriku.com, masyarakat bisa mengunjungi PeduliLindungi.id dan mengecek status dan tiket vaksinasi dengan memasukkan “Nama Lengkap” dan “NIK”, lalu klik periksa.

Jika melalui aplikasi PeduliLindungi, masyarakat bisa mengikuti langkah-langkah berikut, pertama buka aplikasi PeduliLindungi, masuk dengan akun yang terdaftar, klik menu “profil” dan pilih “Status Vaksinasi & Hasil Tes Covid-19”.

Selanjutnya status dan jadwal vaksinasi booster akan muncul di akun. Untuk cek tiket vaksin, masuk ke menu “riwayat dan tiket vaksin”.

Jika termasuk kelompok prioritas lansia dan PBI, tetapi belum mendapatkan tiket dan jadwal vaksinasi di aplikasi PeduliLindungi, peserta bisa datang langsung ke fasilitas kesehatan atau tempat vaksinasi terdekat dengan membawa KTP dan surat bukti vaksinasi dosis 1 dan 2.

Nadia mengatakan vaksinasi menjadi syarat beraktivitas di ruang publik dan sudah terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi.

“Pastikan untuk tidak menggunakan NIK dan nomor handphone milik orang lain saat mendaftar vaksinasi booster untuk menghindari kendala administrasi di kemudian hari,” katanya. (ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.