in

Vaksin Jenis Ini Diklaim Efektif Tangkal Omicron

Ilustrasi - Covid-19 varian Omicron dipastikan sudah masuk di Indonesia. (pixabay)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Covid-19 varian baru, Omicron mulai menghantui Indonesia. Sebab, virus ini disebut-sebut bisa menular lebih cepat daripada varian Covid-19 sebelumnya.

Vaksin pun menjadi andalan masyarakat untuk menangkal Omicron. Mereka berharap ada vaksin paling efektif melawannya.

Dokter di Johns Hopkins Center for Health Security, Dr. Amesh Adalja menyebut, Omicron tak bisa dihindari dan cara terbaik menghadapinya yakni dengan vaksinasi penuh.

Sebuah studi oleh para peneliti Oregon menunjukkan, orang yang divaksinasi penuh memiliki “kekebalan super.” Tapi, peneliti memperingatkan meski sudah  divaksinasi, orang tetap tidak boleh dengan sengaja “mencari” infeksi Covid-19.

Sementara Moderna mengklaim, vaksin dosis tambahan atau booster, mampu melawan Omicron.

Pihak Moderna coba membuktikan lewat studi laboratorium darah. Hasilnya, sebanyak 20 orang yang menerima 50 mikrogram booster Moderna, memiliki 37 kali jumlah antibodi penetralisir dibandingkan dengan darah orang yang hanya menerima dua suntikan.

Moderna telah mengurangi dosis booster menjadi setengah dosis dari dua suntikan untuk membatasi efek samping seperti demam, nyeri otot dan kelelahan.

Sebuah kelompok yang menerima suntikan ketiga dari dosis 100 mikrogram mengalami lompatan 83 kali lipat dalam menetralkan antibodi terhadap Omicron.

Pendiri dan direktur Scripps Research Translational Institute, Dr. Eric Topol, mengatakan, peningkatan sebesar itu tidak diperlukan untuk memberikan perlindungan.

Sebelumnya, sebuah studi yang dirilis awal Desember oleh Pfizer dan mitranya BioNTech menunjukkan, dosis ketiga vaksin Covid-19 mereka meningkatkan antibodi penetral terhadap Omicron lebih dari 25 kali lipat, yang seharusnya melindungi, meskipun studi lanjutan masih diperlukan.

Pihak rumah sakit Houston Methodist melaporkan, varian Omicron menyumbang 82 persen dari kasus simtomatik baru.

Direktur medis mikrobiologi diagnostik di The Houston Methodist, Dr. S. Wesley Long menuturkan, varian Omicron menjadi penyebab supermayoritas kasus baru di rumah sakit tempatnya bekerja dalam waktu kurang dari tiga minggu.

Sebagai perbandingan, varian Delta membutuhkan waktu tiga bulan selama musim panas sebelum menjadi penyebab lebih dari 80 persen kasus.

Para ilmuwan di Afrika pertama kali memperingatkan tentang Omicron kurang dari sebulan yang lalu dan pada 26 November 2021, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkannya sebagai “variant of concern”. Sejak itu, mutasi virus tersebut muncul di sekitar 90 negara.

Banyak tentang varian omicron masih belum diketahui, termasuk apakah itu menyebabkan penyakit yang lebih parah atau tidak.

Studi awal menunjukkan, mereka yang sudah divaksinasi akan memerlukan suntikan booster demi mencegah infeksi Omicron. Meski sebenarnya tanpa dosis tambahan, vaksinasi masih menawarkan perlindungan kuat terhadap penyakit parah dan kematian. (ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.